IHSG Ditutup Menguat 1,19 Persen Capai Posisi Tertinggi di Bursa Asia
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat di zona hijau hingga akhir perdagangan pada Selasa (7/7/2026). Penguatan indeks domestik ini tercatat menjadi yang tertinggi di antara bursa saham Asia.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, IHSG bertengger di posisi 5.986 pada penutupan perdagangan, mencatatkan kenaikan sebesar 1,19 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Sepanjang hari, indeks bergerak pada rentang intraday dengan level tertinggi menyentuh 5.987 dan level terendah berada di 5.890. Aktivitas perdagangan hari ini melibatkan volume sebanyak 22,36 miliar saham.
Nilai transaksi pasar modal Indonesia mencapai Rp10,39 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,67 juta kali. Performa ini menempatkan IHSG di posisi teratas regional Asia pada perdagangan siang.
Apresiasi IHSG melampaui Straits Times Singapura yang menguat 1,57 persen, PSEi Filipina sebesar 0,37 persen, serta Ho Chi Minh Stock Index Vietnam yang naik 0,26 persen.
Sebaliknya, mayoritas bursa saham utama Asia justru terkoreksi ke zona merah. KOSPI Korea Selatan melemah 4,91 persen, TW Weighted Index Taiwan turun 2,31 persen, dan NIKKEI 225 Jepang merosot 2,12 persen.
Pelemahan juga melanda Shenzhen Comp. sebesar 1,92 persen, KOSDAQ 1,87 persen, Shanghai Composite 1,26 persen, CSI 300 1,03 persen, Topix 0,97 persen, SETI 0,79 persen, Hang Seng 0,51 persen, SENSEX 0,12 persen, dan KLCI Malaysia 0,04 persen.
Sektor properti memimpin penopang indeks dengan lonjakan 3,23 persen, disusul sektor konsumen non-primer naik 1,71 persen, serta sektor keuangan yang menguat 1,58 persen. Sebanyak 430 saham menguat, 212 saham melemah, dan 141 saham bergerak stagnan.
Kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) menjadi pendorong utama, terutama saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Saham BBCA ditutup menguat 2,85 persen atau naik 175 poin ke level Rp6.300 per saham dengan transaksi mencapai Rp1,14 triliun. Saham BBRI menyusul dengan kenaikan 2,51 persen atau 70 poin menuju level Rp2.860 per saham dengan nilai transaksi Rp756 miliar.
| No | Nama Emiten | Sumbangan Poin |
|---|---|---|
| 1 | PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) | 15,57 |
| 2 | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) | 10,3 |
| 3 | PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) | 6,31 |
| 4 | PT Astra International Tbk (ASII) | 6,15 |
| 5 | PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) | 4,67 |
| 6 | PT Barito Pacific Tbk (BRPT) | 4,38 |
| 7 | PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) | 3,29 |
| 8 | PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) | 2,01 |
| 9 | PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) | 1,78 |
| 10 | PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) | 1,42 |
Saham indeks unggulan LQ45 lainnya turut menopang performa pasar modal. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melonjak 8,19 persen, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 4,72 persen, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 4,51 persen, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) meningkat 3,25 persen.
Selanjutnya, PT XLSmart Tbk (EXCL) tumbuh 3,19 persen, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terapresiasi 2,84 persen, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) terangkat 2,17 persen, serta PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menguat 1,91 persen.