IHSG Menguat 1,14 Persen Didukung Sentimen Global dan Domestik

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,14 persen ke posisi 6.467,25 pada perdagangan Kamis pagi, 20 Agustus 2026, didorong oleh sentimen positif dari kebijakan pasar global dan domestik.

Pada pembukaan pasar, IHSG bergerak di zona hijau dengan level tertinggi 6.486,85 dan terendah 6.444,40, sementara volume transaksi mencapai 15,129 miliar saham dengan nilai Rp5,712 triliun, menurut data Kompas.com.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan momentum bullish IHSG masih terjaga meskipun mulai memasuki fase cooling down setelah koreksi wajar.

"Secara teknikal, reli penguatan IHSG memasuki fase cooling down setelah terjadi koreksi wajar. Berdasarkan indikator, MA20&60 telah menunjukkan positive crossover, sementara Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif," ujar Nafan Kamis pagi.

Volume perdagangan yang meningkat menunjukkan bahwa koreksi pada penutupan perdagangan sebelumnya bersifat wajar dan tren bullish masih berlaku, tambahnya.

Dari pasar global, keputusan US Treasury menggandakan ukuran buyback obligasi tenor panjang dari 2 miliar menjadi 4 miliar dollar AS per operasi mulai 9 September meningkatkan likuiditas pasar obligasi dan menurunkan yield US Treasury tenor 30 tahun sekitar 9,9 basis poin menjadi 5,186 persen.

Penurunan yield jangka panjang ini membuka ruang bagi investor untuk kembali masuk ke pasar saham karena selisih imbal hasil antara obligasi dan saham menjadi lebih menarik.

Namun Nafan mengingatkan risiko masih ada, terutama dari risalah rapat The Fed yang membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi belum mereda, serta ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang dapat menghambat distribusi energi dan mendorong harga minyak naik.

"Gangguan di kawasan itu berpotensi menghambat distribusi energi dan rantai pasok global sehingga mendorong kenaikan harga minyak," ujar Nafan.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75 persen sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi. Kebijakan ini juga diikuti dengan langkah menarik modal asing dan memperdalam pasar uang serta valuta asing.

Nilai tukar rupiah terapresiasi 0,12 persen ke level Rp17.840 per dollar AS pada perdagangan sebelumnya, yang mendukung pasar saham.

Meski ada sentimen positif, pergerakan IHSG berpotensi terbatas oleh aksi ambil untung setelah kenaikan sebelumnya dan pengaruh aksi korporasi serta klarifikasi isu spesifik saham seperti PT Bayan Resources Tbk yang sempat terkoreksi setelah klarifikasi isu akuisisi.

Berdasarkan data Stockbit, sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan, seperti PT Guna Timur Raya Tbk naik 25 persen, ALKA naik 24,84 persen, dan MLPT naik 19,77 persen, yang mendongkrak penguatan IHSG hingga 1,12 persen ke level 6.465,82 pada pukul 10:39 WIB.

Sementara itu, saham PT Citra Tubindo Tbk tercatat turun 12,28 persen sebagai penurunan terdalam pada hari itu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author