IHSG Menguat ke Level 6388 Sesi Pertama Asing Borong Saham BBRI

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,71 persen atau naik 44,77 poin ke level 6.388,48 pada penutupan perdagangan sesi pertama Jumat (7/8/2026). Penguatan indeks terjadi seiring aksi beli bersih investor asing yang mencapai Rp343,13 miliar di seluruh pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun CNBC Indonesia dan idnfinancials.com, IHSG bergerak naik dari posisi penutupan sebelumnya di level 6.343,71 dan sempat menyentuh titik tertinggi di level 6.408. Total nilai transaksi mencapai Rp8,76 triliun dengan volume perdagangan 23,50 miliar saham dalam 1,31 juta kali transaksi.

Sebanyak 338 saham mencatatkan kenaikan, 247 saham melemah, dan 204 saham ditutup stagnan. Sektor teknologi, barang baku, serta properti menjadi pendorong utama penguatan IHSG, yang didukung emiten seperti TLKM, ISAT, BUMI, AMMN, dan MBMA.

Pergerakan positif IHSG sejalan dengan tren bursa kawasan Asia-Pasifik, meski pelaku pasar masih memantau data ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk arah kebijakan suku bunga The Fed. Kenaikan ini berbalik dari posisi penjualan bersih asing pada hari sebelumnya.

Aksi beli investor asing secara keseluruhan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp4,93 triliun, terdiri dari nilai beli Rp2,64 triliun dan nilai jual Rp2,29 triliun. Meskipun mencatatkan nilai beli bersih secara keseluruhan, investor asing secara volume mencatatkan penjualan bersih sebesar 585,11 juta lembar saham.

Aksi borong asing terbesar terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan nilai net buy Rp309,37 miliar. Di sisi lain, saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menjadi sasaran aksi jual terbesar asing dengan nilai net sell Rp47,72 miliar.

Daftar 10 Besar Net Foreign Buy dan Net Foreign Sell Sesi I (7/8/2026)
No Emiten Net Buy Nilai (Rp) Emiten Net Sell Nilai (Rp)
1 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 309,37 miliar PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) 47,72 miliar
2 PT Timah Tbk (TINS) 70,72 miliar PT Astra International Tbk (ASII) 32,50 miliar
3 PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 58,10 miliar PT Petrosea Tbk (PTRO) 21,23 miliar
4 PT Indosat Tbk (ISAT) 42,45 miliar PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) 20,67 miliar
5 PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 34,27 miliar PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACH) 18,75 miliar
6 PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 29,18 miliar PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) 17,99 miliar
7 PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 24,61 miliar PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) 17,38 miliar
8 PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 22,61 miliar PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) 16,98 miliar
9 PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) 20,09 miliar PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 16,10 miliar
10 PT Indika Energy Tbk (INDY) 19,80 miliar PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) 15,51 miliar
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author