IHSG Melesat 4,82 Persen Sesi I Ditopang Saham Blue Chip
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan pada paruh pertama perdagangan. Kekuatan indeks saham utama domestik ini ditopang oleh apresiasi besar pada jajaran saham blue chip, terutama dari sektor perbankan dan emiten milik konglomerat.
Berdasarkan data RTI Business yang dikutip dari Detik Finance, IHSG melesat 4,82% hingga berada di posisi 5.599,74 pada penutupan sesi I. Sebelum jeda siang, indeks bahkan sempat menyentuh level tertinggi di 5.627,74 setelah menguat lebih dari 5%.
Aktivitas pasar pada paruh pertama ini membukukan volume perdagangan mencapai 24,71 miliar saham. Total nilai transaksi yang tercipta menyentuh Rp 13,79 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.479.785 kali.
Penguatan ini juga tecermin pada indeks saham likuid LQ45 yang melonjak 5,62% hingga akhir sesi I. Secara keseluruhan, peta pergerakan saham menunjukkan dominasi pertumbuhan dengan 603 saham menguat, sedangkan 118 saham melemah dan 92 saham lainnya bergerak stagnan.
Sektor perbankan pelat merah menjadi salah satu motor utama kenaikan indeks siang ini. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melambung 8,31% ke level Rp 3.260 per saham, diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang tumbuh 6,56% ke posisi Rp 2.760 per saham.
Langkah penguatan ini diteruskan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang naik 6,47% menuju harga Rp 3.950 per saham. Sementara itu, saham swasta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turut terkerek 4,12% hingga mencapai Rp 5.050 per saham.
Pergerakan Saham Emiten Konglomerat
Selain perbankan, saham-saham milik konglomerat juga mencatatkan hasil positif pada perdagangan sesi pertama. Emiten milik Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), memimpin lonjakan dengan kenaikan sebesar 24,55% ke harga Rp 685 per saham.
Kondisi serupa terjadi pada emiten milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Saham perusahaan yang bergerak di bidang petrokimia ini tercatat menguat sebesar 8,41% dan bertengger di harga Rp 1.740 per saham pada penutupan paruh hari.