IHSG Bergerak Sideways Jelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat pagi, 14 Agustus 2026, bergerak mendatar dengan tekanan dari sektor barang baku dan energi, seiring pelaku pasar menanti pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR RI.

IHSG dibuka melemah 5,18 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.296,59, sementara indeks LQ45 turun 0,09 persen ke posisi 626,62, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip oleh beberapa analis pasar.

Volume perdagangan pagi ini mencapai 1,10 miliar saham dengan nilai transaksi Rp298,20 miliar, di mana 217 saham tercatat turun, 193 menguat, dan 227 stagnan, dengan saham-saham seperti PT Mitra Adiperkasa Tbk, PT ESSA Industries Indonesia Tbk, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk menjadi penekan IHSG di kelompok LQ45.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, memprediksi IHSG akan bergerak sideways dalam kisaran 6.230 hingga 6.370 pada perdagangan hari ini.

"Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat," ujar Ratna Lim.

Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst, memperkirakan IHSG berpotensi rebound setelah sempat bertahan di level support 6.300.

"IHSG berpotensi rebound hari ini, setelah kemarin kuat bertahan di support kuat 6.300," kata Fanny Suherman.

Perhatian pasar juga tertuju pada pidato kenegaraan Presiden Prabowo serta penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 yang akan membahas target pertumbuhan ekonomi, defisit anggaran, asumsi kurs rupiah, dan strategi pembiayaan pemerintah.

Rapat Paripurna DPR RI yang menjadi panggung penyampaian pidato tersebut menjadi titik fokus pelaku pasar dalam menilai arah kebijakan fiskal dan proyeksi ekonomi ke depan.

Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian, menyatakan bahwa menjelang agenda penting tersebut, IHSG diperkirakan bergerak flat dan konsolidatif dalam rentang support 6.250 hingga resistance 6.370.

"Menjelang agenda penting tersebut, IHSG diproyeksikan cenderung bergerak flat dan konsolidatif dalam rentang support 6.250 hingga resistance 6.370," ujar Azharys Hardian.

Dari pasar global, data inflasi produsen AS yang melandai dan indeks saham Wall Street yang menguat pada perdagangan Kamis (13/8) memberikan sentimen positif bagi aset berisiko, meski bursa Asia bergerak variatif dengan indeks Nikkei dan KOSPI menguat signifikan, sementara indeks Hang Seng dan Straits Times melemah.

Harga minyak dunia juga melemah sekitar 2 persen menyusul pernyataan Menteri Energi AS bahwa ekspor melalui Selat Hormuz lebih tinggi dari perkiraan, memberikan sentimen tersendiri bagi pasar komoditas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author