IHSG Anjlok ke Level 6.130 Jadi Pelemahan Terdalam di Bursa Asia

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot hingga 1,23% dan parkir di posisi 6.130 pada Selasa (26/5/2026). Penurunan tajam tersebut membuat IHSG mencatatkan koreksi paling dalam di antara bursa saham Asia lainnya.

Seperti dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks sempat menyentuh titik terendahnya pada level 6.124 setelah sempat mencapai posisi tertinggi di level 6.286 saat perdagangan pagi. Transaksi perdagangan melibatkan 24,88 miliar saham dengan nilai mencapai Rp18,09 triliun yang didominasi oleh aksi jual.

Sektor perindustrian menjadi yang paling lemah dengan kejatuhan sebesar 3,37%, diikuti saham konsumen non primer yang turun 2,2%, serta sektor properti yang merosot 2,14%. Selain itu, saham konsumen primer terpangkas 1,68% dan sektor keuangan melemah sebesar 1,51%.

Beberapa emiten yang terpuruk dalam jajaran top losers meliputi PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang anjlok 14,9% dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang turun 14,9%. Selanjutnya, saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) juga mengalami penurunan dalam sebesar 14,8%.

Pelemahan ini selaras dengan mayoritas bursa di Asia yang memerah. Index Straits Times (Singapura) turun 0,82%, PSEi (Filipina) melemah 0,77%, SENSEX (India) berkurang 0,63%, Shenzhen Comp. (China) terkoreksi 0,6%, dan KLCI (Malaysia) terpangkas 0,55%.

Bursa lainnya seperti TW Weighted Index (Taiwan) melemah 0,27%, NIKKEI 225 (Jepang) turun 0,25%, Shanghai Comp. (China) merosot 0,17%, TOPIX (Jepang) melemah 0,1%, Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam) menyusut 0,1%, serta Hang Seng (Hong Kong) terkikis 0,03%.

Koreksi IHSG kali ini beriringan dengan posisi mata uang rupiah di pasar spot yang ditutup pada level Rp17.789/US$ berdasarkan data Bloomberg. Posisi ini menjadi level terendah sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka.

Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama yang menguatkan sentimen risk-off di pasar. Berdasarkan laporan Bloomberg News, jet tempur Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap beberapa kapal milik Iran di area Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran, Nour News, mengabarkan insiden serangan itu terjadi di bagian selatan Pulau Larak yang menewaskan sejumlah personel militer Iran. Konflik ini kembali memicu kekhawatiran global mengenai stabilitas jalur perdagangan di kawasan tersebut.

Di pihak lain, Komando Pusat AS (USCENTCOM) menyatakan pasukannya telah menggempur situs peluncuran rudal dan kapal Iran yang terindikasi memasang ranjau laut. Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, menyebutkan aksi tersebut merupakan langkah defensif untuk melindungi pasukan operasional mereka.

Eskalasi terbaru ini meretakkan harapan terhadap gencatan senjata jangka panjang antara AS dan Iran. Berdasarkan analisis Panin Sekuritas, laporan operasi militer Amerika Serikat di wilayah Iran selatan tersebut langsung menjadi sentimen penggerak utama sepanjang hari perdagangan.

Meskipun demikian, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan bahwa komunikasi dengan pihak Teheran sejauh ini berjalan cukup baik. Namun, Trump tetap memberikan peringatan mengenai potensi serangan lanjutan apabila proses negosiasi tersebut menemui jalan buntu.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bursa asia ihsg pasar modal
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author