IHSG Ambles 3,05 Persen Saat Sejumlah Emiten Bagikan Dividen dan Tambah Modal

Share

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Selasa (30/6). Seperti dilansir dari Detik Finance, indeks domestik merosot 3,05 persen menuju posisi 5.643,19 akibat penurunan di seluruh sektor saham.

Meskipun pasar saham dalam negeri terkoreksi, saham CPIN justru memimpin penguatan sebesar 9,68 persen. Performa positif ini diikuti oleh saham MTEL yang melonjak 8,43 persen serta saham UNTR yang naik 1,88 persen.

Tekanan terbesar terhadap pergerakan indeks disebabkan oleh merosotnya harga saham BBCA, BBRI, dan MORA. Seluruh 11 sektor saham terperosok ke zona merah dengan sektor basic industry mencatatkan koreksi terdalam mencapai 5,54 persen.

Aktivitas pemodal asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp1,21 triliun di pasar reguler. Sementara itu, nilai penjualan bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp1,04 triliun.

Kondisi ini bertolak belakang dengan bursa saham Amerika Serikat yang bergerak menguat. Indeks Dow Jones naik 0,26 persen, S&P 500 bertambah 0,79 persen, dan Nasdaq menguat hingga 1,52 persen.

Pelaku pasar global sedang mencermati laporan Fitch Ratings mengenai risiko tingginya suku bunga, pelemahan nilai tukar rupiah, dan regulasi. Sentimen ini menekan indeks ETF EIDO turun 2,92 persen dan MSCI Indonesia melemah 3,76 persen.

Di tengah dinamika pasar modal, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I. Emiten ini melepas maksimal 2,11 miliar saham baru atau 22,18 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Harga pelaksanaan rights issue ELPI dipatok Rp350 per saham dengan target penghimpunan dana segar mencapai Rp739,35 miliiar. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi hak ini berpotensi mengalami dilusi kepemilikan sebesar 22,18 persen.

Manajemen ELPI mengalokasikan Rp277,20 miliar untuk pengadaan offshore support vessel dan Rp190 miliar bagi penyertaan modal joint venture. Tambahan modal anak usaha ELPI Trans Cargo menyerap Rp118,30 miliar, sedangkan sisanya untuk modal kerja perseroan dan Ekalya Purnamasari Offshore.

Binaartha Sekuritas ditunjuk menjadi pembeli siaga yang akan menyerap sisa saham hingga 316,92 juta lembar. Pemegang saham pengendali, Kreasi Cipta Timur (KCT), memilih mengalihkan seluruh haknya kepada GMT Kapital Asia (GKA).

Rencana Kerja MTEL dan Dividen ICBP

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menganggarkan belanja modal senilai Rp2,9 triliun pada tahun 2026 demi memacu pertumbuhan bisnis organik. Target operasional perseroan mencakup penambahan 2.500 tenant baru serta pemasangan 9.000 kilometer billable fiber optik.

MTEL mengandalkan 40.327 menara telekomunikasi dengan porsi 59 persen berada di luar Pulau Jawa untuk ekspansi Fixed Wireless Access (FWA). Proyek ini mendukung layanan Internet Rakyat (IRA) berspektrum 1,4 GHz, disusul potensi pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2.500 MHz.

Saham MTEL sukses ditutup menguat di atas rata-rata pergerakan 21 hari (EMA21). Pergerakan ini terjadi saat pasar sedang didominasi tren pelemahan jenuh.

Sementara itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyepakati pembagian dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp265 per saham. Nilai total pembayaran dividen kepada pemegang saham tersebut mencapai Rp3,09 triliun.

Rasio pembayaran ini setara 33,5 persen dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) selaku pengendali menerima Rp2,49 triliun, sedangkan publik mendapatkan Rp601,61 miiliar.

Indikator dividend yield ICBP tercatat berada pada level 3,9 persen berdasarkan harga penutupan saham Rp6.800 per lembar pada 30 Juni 2026. Batas cum date pasar reguler jatuh pada 6 Juli 2026, sementara proses pembayaran dividen dilakukan pada 28 Juli 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author