IHSG 4 Juni 2026 Berhasil Pangkas Koreksi ke Level 5.839
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu memperkecil jarak penurunan hingga akhir sesi perdagangan, Kamis (4/6/2026). Indeks saham Garuda ini dilaporkan sempat merosot hingga menyentuh titik terendahnya di kisaran level 5.600 sebelum akhirnya menunjukkan pergerakan bangkit.
Berdasarkan data perdagangan dari RTI Business yang dikutip dari Detik Finance, IHSG mengakhiri perdagangan dengan pelemahan sebesar 1,70% dan bertengger di posisi 5.839,78. Padahal pada sesi awal, indeks sempat jatuh cukup dalam hingga melampaui angka 5% ke level 5.644,23.
Aktivitas pasar hingga penutupan mencatatkan volume perdagangan mencapai 39,66 miliar saham. Total nilai transaksi yang terjadi menyentuh Rp 25,52 triliun, dengan frekuensi perdagangan yang diselesaikan sebanyak 2.291.858 kali.
Kondisi serupa melanda indeks LQ45 yang ikut mengalami penyusutan sebesar 1,37%. Secara keseluruhan, peta perdagangan menunjukkan dominasi 623 saham yang bergerak melemah, sementara hanya 106 saham yang berhasil menguat, dan 85 saham lainnya tidak mengalami perubahan posisi.
Jika diakumulasikan sepanjang tahun 2026, rapor merah IHSG telah mencatatkan penurunan hingga mencapai 32,46%. Pada periode berjalan yang sama, indeks saham likuid LQ45 juga mengalami koreksi sebesar 31,38%.
Fase penurunan pada perdagangan kali ini turut menyeret sejumlah saham milik konglomerat ke zona merah yang cukup dalam. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu tercatat anjlok sebesar 14,86% menuju level harga Rp 1.375 per lembar saham.
Selanjutnya, emiten yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), menderita penurunan 12,60% ke angka Rp 1.700 per saham. Penurunan ini juga diikuti oleh saham kepunyaan Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), yang melemah 8,97% menjadi Rp 660 per saham.