IHSG 23 Juni 2026 Dibuka Melemah 0,3 Persen ke Level 6.098
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026). Dikutip dari Bloomberg Technoz, indeks terkoreksi sebesar 18,07 poin atau setara 0,3% ke level 6.098 hingga pukul 9.15 WIB.
Pelemahan ini sejalan dengan tren bursa saham di Asia yang mayoritas berada di zona merah. Indeks utama seperti KOSDAQ, KOSPI, NIKKEI 225, Topix, CSI 300, Shenzhen Comp., KLCI, Hang Seng, dan TW Weighted Index terpantau melemah.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan volume perdagangan mencapai 2,87 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp1,86 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 259.091 kali.
Pergerakan saham mencatat sebanyak 236 saham bergerak menguat dan 300 saham mengalami pelemahan. Sementara itu, terdapat 171 saham yang posisinya tidak bergerak atau stagnan.
Riset dari BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa sikap wait and see investor menjadi sentimen utama perdagangan. Hal ini dipicu oleh antisipasi pasar menjelang pengumuman MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.
Pelaku pasar juga tengah merespons ketidakpastian terkait implementasi UU P2SK. Salah satu poin yang dicermati adalah wacana demutualisasi BEI yang berpotensi mengubah tata kelola serta struktur kepemilikan bursa.
Fokus investor hari ini tertuju pada hasil review MSCI, rilis data M2 Money Supply Indonesia, serta peninjauan peringkat kredit Indonesia oleh S&P Global.
“Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan terbatas. Selama bertahan di atas area support 6.070–5.930, peluang rebound masih terbuka dengan target resistance 6.300–6.350,” papar BRI Danareksa.
Saham pilihan dari BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah OASA, MDKA, dan INDY.
Analisis Teknikal dan Ketidakpastian Regulasi
Phintraco Sekuritas juga menyatakan hal senada terkait sikap investor yang cenderung menunggu pengumuman Annual Market Classification Review dari MSCI. Langkah ini diambil untuk memastikan posisi Indonesia di kelas Emerging Markets.
“Investor juga menantikan hasil review S&P Global Standards terhadap peringkat Indonesia,” analisis Phintraco pagi hari ini, Selasa.
Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah MA5, namun masih berada di atas level MA10 dan MA20. Indikator histogram MACD terpantau di area positif, sedangkan Stochastic RSI melanjutkan pembalikan arah menuju area pivot.
Apabila IHSG ditutup di bawah 6.100, indeks berpeluang menguji level psikologis 6.000. Jika mampu bertahan di atas 6.100, konsolidasi diprediksi berlanjut pada rentang 6.050–6.220.
“Beberapa ketentuan dalam UU no.4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas UU no.4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menimbulkan ketidakpastian bagi investor,” papar Phintraco.
Kondisi regulasi tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terkait independensi Bank Indonesia sebagai bank sentral.
Adapun saham pilihan Phintraco Sekuritas meliputi ITMG, NCKL, AKRA, JSMR, dan ADRO.
Dampak Wall Street dan Pergerakan Rupiah
Sementara itu, CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan IHSG akan bervariasi cenderung melemah. Faktor penekan datang dari pelemahan mayoritas bursa Wall Street dan aksi jual investor asing.
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah serta sikap hati-hati menjelang pengumuman MSCI turut menjadi sentimen negatif. Namun, kenaikan harga beberapa komoditas berpotensi menjadi penahan kejatuhan indeks.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.015–5.915 and resistance 6.218–6.320,” terang CGS International Sekuritas.
Saham pilihan versi CGS meliputi AADI, ADRO, LSIP, SIMP, HMSP, dan HRUM.
Panin Sekuritas juga memperkirakan IHSG akan melanjutkan tren pelemahan hari ini. Faktor penyebabnya adalah penurunan harga sebagian besar komoditas, pelemahan rupiah, tingginya aliran modal asing keluar (outflow), serta antisipasi agenda MSCI.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.
Saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INDY, AADI, dan MEDC.