IHSG 10 Juni 2026 Menguat 2,34 Persen Ditopang Saham Blue Chip
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa positif dengan melanjutkan tren penguatan sepanjang sesi I perdagangan. Apresiasi laju indeks ini berjalan selaras dengan pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip yang bergerak zona hijau pada paruh pertama.
Dilansir dari Detik Finance, berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melonjak sebesar 2,34% menuju posisi level 5.881,23 hingga akhir sesi I perdagangan. Laju indeks saham bahkan sempat menyentuh penguatan di atas 3% ke posisi level 5.939,23 saat awal pembukaan pasar.
Aktivitas pasar modal mencatatkan volume perdagangan mencapai 31,68 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp 19,94 triliun. Sepanjang sesi tersebut, frekuensi perdagangan saham dilaporkan terjadi sebanyak 2.043.629 kali.
Performa positif ini juga diikuti oleh indeks saham papan utama LQ45 yang meroket 2,46% menuju level 583.328. Secara keseluruhan, pergerakan emiten di bursa didominasi oleh 543 saham yang menguat, sementara 151 saham mengalami pelemahan, dan 118 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.
Kendati menunjukkan penguatan pada paruh pertama, IHSG secara akumulatif masih membukukan koreksi sebesar 31,98% sepanjang tahun 2026 berjalan. Pada rentang waktu yang sama, aksi jual bersih investor asing atau net foreign sell tercatat telah mencapai angka Rp 64,25 triliun.
Pada jajaran emiten, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin dengan lonjakan signifikan sebesar 16,30% ke angka Rp 785 per lembar saham. Tren kenaikan juga diikuti oleh PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang menguat sebesar 12,37% menjadi Rp 109 per saham.
Sementara itu, sektor perbankan turut mendorong laju indeks melalui PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang membukukan kenaikan tertinggi sebesar 7,65% menuju harga Rp 3.520 per saham. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ikut memperkuat barisan perbankan dengan apresiasi sebesar 5,83% ke level Rp 5.450 per saham.