IDAI dan Kemenkes Sarankan Imunisasi Lanjutan untuk Anak Usia Sekolah

Share

Pemberian vaksin lanjutan tetap diperlukan bagi anak yang memasuki usia 5 tahun ke atas atau usia sekolah. Langkah pencegahan ini bertujuan memperkuat daya tahan tubuh sekaligus mencegah berbagai penyakit berbahaya, seperti dilansir dari HaiBunda.

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa anak yang memperoleh imunisasi lengkap akan membentuk sistem kekebalan spesifik. Tanpa perlindungan ini, anak lebih rentan tertular kuman dan berpotensi memicu timbulnya wabah di lingkungan sekitar.

Terdapat enam jenis vaksin yang direkomendasikan untuk kelompok usia tersebut guna menjaga daya tahan tubuh secara optimal.

Pertama, vaksin DPT yang berfungsi mencegah difteri, tetanus, dan pertusis. Setelah pemberian awal pada usia balita dan dosis booster usia 18 bulan, vaksin ini diberikan kembali saat anak berusia 5-7 tahun serta 10-18 tahun. Pada program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), varian Td/Tdap diberikan untuk siswa kelas 2 dan 5 SD.

Kedua, vaksin influenza yang menyasar penyakit flu serta komplikasinya. Pemberian awal pada anak usia 6 bulan hingga 8 tahun memerlukan 2 dosis dengan jeda 4 minggu. Untuk anak usia 9 tahun ke atas, vaksin ini diberikan satu kali dan diulang setiap tahun.

Ketiga, vaksin MR/MMR guna mencegah campak, gondongan, dan rubella. Suntikan dosis ketiga dijadwalkan pada rentang usia 5-7 tahun untuk memperkuat imunitas yang telah dibentuk sejak usia 9 bulan dan 15-18 bulan.

Keempat, vaksin tifoid yang melindungi dari bakteri Salmonella typhi penyebab demam tifoid. Sesuai panduan IDAI, pemberian vaksin tifoid dimulai sejak anak berusia 2 tahun dan diulang secara berkala setiap 3 tahun.

Kelima, vaksin dengue untuk mencegah infeksi demam berdarah dengue. Pemberian imunisasi ini mencakup 2 dosis dengan rentang waktu 3 bulan untuk kelompok usia 6 hingga 45 tahun.

Keenam, vaksin HPV guna mencegah infeksi Human Papillomavirus yang berisiko memicu kanker serviks dan penyakit genital. Anak perempuan usia 9-14 tahun menerima 2 dosis dengan interval 6-12 bulan, atau melalui program BIAS SD di kelas 5 dan 6.

Pentingnya Dosis Booster di Usia Sekolah

Pemberian dosis booster sangat penting karena kadar antibodi yang terbentuk dari imunisasi masa balita dapat menurun seiring berjalannya waktu. Suntikan lanjutan membantu merangsang kembali pembentukan sistem kekebalan tubuh.

Anak usia sekolah memiliki tingkat mobilitas tinggi dan interaksi sosial yang lebih intensif di luar rumah. Proteksi imunisasi yang optimal mendukung terbentuknya kekebalan kelompok dan menurunkan risiko penularan infeksi di lingkungan tempat bermain maupun sekolah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author