Aturan minum cuka apel untuk bantu kontrol gula darah dan berat badan
Banyak orang mengonsumsi cuka apel untuk membantu menurunkan berat badan dan menjaga kadar gula darah, tetapi cara minumnya tidak boleh sembarangan.
Dilansir dari Detik Food, cuka apel atau apple cider vinegar (ACV) belakangan makin populer sebagai minuman kesehatan, mulai dari diminum pagi hari, diseruput sebelum makan, hingga dipakai sebagai campuran salad.
Cuka apel mengandung asam asetat, yaitu senyawa yang terbentuk selama proses fermentasi. Asam asetat inilah yang menjadi dasar penelitiannya terkait beberapa efek yang selama ini diteliti para ahli.
Salah satu kajian yang sering dibahas adalah pengaruh cuka apel terhadap gula darah. Dalam studi crossover acak, peneliti nutrisi Carol Johnston dan timnya menemukan bahwa cuka apel yang dikonsumsi bersama makanan dapat membantu meredam lonjakan gula darah setelah makan.
Efek tersebut dinilai lebih terasa jika diminum bersamaan dengan makan, bukan beberapa jam sebelumnya. Temuan ini juga diperkuat tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2017 oleh Farideh Shishehbor, Anahita Mansoori, dan Fatemeh Shirani.
Berdasarkan hasil kajian itu, minum cuka apel terbukti menurunkan respons gula darah dan insulin setelah makan. Karena itu, jika tujuan konsumsinya untuk kontrol gula darah, waktu konsumsi ternyata memegang peran penting.
Apakah cuka apel langsung bikin badan lebih langsing
Klaim bahwa minum cuka apel bisa membuat tubuh lebih langsing kerap beredar di media sosial. Riset tentang hal ini memang ada, namun perlu dipahami secara proporsional.
Sebuah studi tahun 2009 yang dipimpin peneliti asal Jepang Tomoo Kondo melibatkan 175 orang dewasa dengan obesitas selama 12 minggu. Peserta yang rutin mengonsumsi cuka apel setiap hari mengalami penurunan berat badan, indeks massa tubuh (BMI), serta lemak tubuh yang tergolong ringan dibanding kelompok yang tidak mengonsumsi cuka apel.
Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti cuka apel mampu “membakar lemak” secara ajaib. Studi ini menunjukkan potensi peran kecil dalam manajemen berat badan, terutama bila dibarengi pola makan yang tepat.
Klaim untuk kesehatan usus masih perlu pembuktian
Klaim lain yang ramai dibahas adalah cuka apel bisa “memperbaiki” kesehatan usus. Namun, hal itu tidak sepenuhnya dapat dianggap sudah terbukti.
Penelitian awal menunjukkan konsumsi cuka apel dapat memengaruhi mikrobioma usus, sementara sejumlah studi pada hewan mendapati perubahan jenis dan jumlah bakteri di usus. Tetapi, penelitian pada manusia masih sangat terbatas.
Karena keterbatasan bukti pada manusia, klaim bahwa cuka apel bisa “menyembuhkan” atau “memperbaiki” mikrobioma usus masih terlalu dini untuk dipercaya begitu saja.
Takaran awal dan cara minum yang lebih aman
Kalau ingin mulai dengan cara yang relatif aman, Anda bisa melarutkan 1 sendok teh cuka apel ke dalam segelas besar air. Meski ada penelitian dengan dosis lebih tinggi, bukan berarti manfaatnya akan makin besar hanya karena dosis dinaikkan.
Selain takaran, penting juga memperhatikan bentuk konsumsinya. Cuka apel bersifat asam, sehingga bila diminum langsung tanpa diencerkan dapat mengiritasi tenggorokan dan lama-lama merusak enamel gigi.
American Dental Association (ADA) menyarankan agar kontak minuman asam dengan gigi dibatasi, tidak dikumur-kumur di dalam mulut, dan segera membilas mulut dengan air setelah minum. Jadi, menghindari shot pekat dan memilih pengenceran lebih dianjurkan.
Alternatifnya, cuka apel bisa dicampurkan ke dressing salad, bahan marinasi, atau resep masakan yang menjadi bagian rutinitas konsumsi sehari-hari.