Hindari Gagal Padu Padan Pakaian dengan Memperhatikan Tiga Hal Ini
Menemukan kombinasi pakaian yang tepat sering kali membingungkan bagi sebagian orang. Kegagalan dalam memadukan atasan dan bawahan biasanya terjadi karena belum adanya arah gaya yang jelas sejak awal.
Untuk mengatasi masalah tersebut, ada beberapa aspek penting yang perlu dicermati sebelum mulai memadukan pakaian. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah memahami keinginan diri dan mencari inspirasi melalui media sosial, seperti dikutip dari HaiBunda.
Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia, Evy Christina Setiawan, membagikan pandangannya mengenai proses pencarian gaya busana tersebut.
"Menurut saya, kita harus tahu style apa yang kita inginkan, sebenarnya mencari referensi mungkin, ya. Jadi, bisa dilakukan dengan mencari referensi melalui media sosial," ujar Evy dalam acara UNIQLO and Cecilie Bahnsen Spring/Summer 2026, Rabu (20/5/2026).
Setelah menemukan gaya yang disukai, langkah berikutnya adalah mempelajari contoh konkret untuk mengaplikasikan gaya tersebut.
"Setelah kita tahu style mana yang kira-kira kita suka, kita juga bisa mengetahui contoh atau referensi untuk mendapatkan style tersebut," lanjutnya.
Terdapat tiga poin krusial yang perlu dipahami agar proses padu padan pakaian memberikan hasil yang maksimal.
1. Memahami Bentuk Tubuh
Setiap individu memiliki potongan tubuh yang unik, sehingga sebuah pakaian tidak selalu memberikan efek yang sama pada setiap orang. Mengenal karakteristik fisik diri sendiri menjadi kunci utama dalam menentukan jenis pakaian.
Evy menjelaskan bahwa masyarakat saat ini cenderung menyukai panduan praktis untuk menghindari kesalahan dalam memilih gaya busana.
"Belakangan ini yang cukup digemari oleh orang-orang adalah mencari informasi lebih ke tips, misalnya yang sesuai dengan bentuk tubuh. Dengan mengetahui bentuk tubuh kita, itu juga akan membantu kita untuk mencari produk yang tepat," kata Evy.
Kebutuhan busana, khususnya untuk pakaian bawah seperti celana jins atau rok, sangat bergantung pada bentuk tubuh seseorang yang bervariasi dari bentuk segitiga hingga segitiga terbalik.
"Bentuk tubuh kita berbeda-beda ya, ada yang berbentuk segitiga, segitiga terbalik, sampai yang lurus. Misalnya, ini cukup sering dilakukan untuk pemilihan bawahan," ujar Evy.
Kesesuaian model pakaian bawah sangat memengaruhi penampilan akhir berdasarkan postur tubuh masing-masing.
"Jadi, pemilihan jeans atau model bawahan yang bisa menunjang bentuk tubuh juga akan berbeda-beda, tergantung kebutuhan masing-masing," lanjutnya.
2. Mengetahui Karakteristik Warna Personal
Kesesuaian warna pakaian dengan warna kulit serta rambut atau dikenal sebagai personal color, menjadi faktor penting berikutnya. Ketidakcocokan warna dapat membuat penampilan kurang optimal.
"Kita bisa cek personal color kita. Nah, kalau memang ternyata ada warna yang sesuai dengan personal color kita dan kita ingin mencoba, itu bisa saja dicoba," katanya.
Warna yang dirasa kurang serasi dengan warna kulit tetap dapat digunakan dengan strategi tertentu, misalnya dengan mengaplikasikannya pada satu item terlebih dahulu.
"Tapi, kalau ternyata ada warna yang kurang cocok, itu bukan berarti tidak boleh dipakai. Tapi cara paling sederhana untuk mengadopsinya adalah coba satu item dahulu," ungkap Evy.
Faktor kenyamanan dan peningkatan rasa percaya diri menjadi indikator utama saat mencoba warna baru tersebut.
"Lalu, lihat bagaimana perasaan kita saat memakainya, apakah ada reaksi tertentu? Pada dasarnya, selalu perhatikan dan gunakan perasaan sendiri. Apakah kita merasa lebih percaya diri?" jelasnya.
3. Menentukan Gaya Pribadi
Selera busana yang berbeda membuat pilihan pakaian bersifat sangat personal. Sebagian orang lebih menyukai pakaian longgar, sementara yang lain memilih potongan yang mengikuti bentuk tubuh.
Mengidentifikasi model pakaian yang paling sering memberikan rasa nyaman dapat mempermudah proses penentuan gaya busana sehari-hari.
"Sebelum memilih pakaian, coba kenali yang lebih sering nyaman seperti apa. Kalau lebih suka yang santai dan tidak terlalu membentuk tubuh, bisa pilih item yang longgar. Tapi, kalau lebih suka tampilan yang rapi dan lebih tegas, bisa pilih yang lebih pas di badan," kata Evy.
Kejelasan mengenai gaya yang disukai akan mempermudah proses pemaduan dengan pakaian lainnya.
"Kalau sudah ketemu pilihan yang sesuai, biasanya jadi lebih mudah juga untuk memadukan pakaian lain, karena arah gayanya sudah jelas. Jadi, sebenarnya lebih mengenali rasa nyaman diri sendiri, bukan sekadar ikut tren," ujar Evy.