Harga Tiket Pesawat dari Bali Meroket hingga Picu Keluhan Penumpang

Share

Tarif penerbangan dari Bali menuju berbagai kota di Indonesia mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan harga ini memicu keluhan dari para pengguna jasa angkutan udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah aplikasi Online Travel Agent (OTA), kenaikan tarif terjadi pada berbagai maskapai dan rute domestik. Tiket untuk rute Bali-Jakarta dipatok mulai Rp 1,5 juta dengan Lion Air hingga Rp 2,2 juta menggunakan Garuda Indonesia.

Perjalanan menuju Yogyakarta juga mengalami kondisi serupa. Tiket termurah untuk rute Bali-Yogyakarta dijual seharga Rp 1,5 juta menggunakan Super Air Jet dan mencapai Rp 1,7 juta dengan Garuda Indonesia.

Sementara itu, rute Bali-Surabaya ditawarkan pada kisaran Rp 800 ribu dengan Citilink hingga Rp 1,3 juta. Untuk penerbangan menuju Kupang, harga tiket tercatat berada di angka Rp 1,8 juta menggunakan Super Air Jet hingga Rp 2,7 juta dengan NAM Air.

Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh salah satu penumpang bernama Aldo yang hendak melakukan perjalanan menuju Kupang. Seperti dilansir dari Detik Travel, ia telah memesan tiket Batik Air sejak satu minggu sebelumnya.

"Saya beli minggu lalu, Batik Air Rp 1,8 juta. Itu termasuk masih murah dibanding yang lain," ujarnya saat ditemui di Bandara Ngurah Rai.

Aldo menambahkan bahwa nominal tersebut jauh lebih tinggi daripada tarif pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, ia mengaku masih bisa mendapatkan tiket untuk rute yang sama dengan harga sekitar Rp 1,2 juta.

Keluhan senada diungkapkan oleh Citra, seorang penumpang asal Kintamani yang hendak bertolak ke Bulgaria untuk bekerja di hotel berbintang. Citra harus melakukan transit di Jakarta terlebih dahulu sebelum melanjutkan penerbangan internasionalnya.

Menurut penuturannya, tarif untuk sekali jalan dari Bali ke Jakarta saat ini berkisar antara Rp 1,5 juta hingga Rp 1,7 juta.

"Termasuk mahal yang sekarang. Tahun lalu saya dapat tiket pulang-pergi Rp 2,2 juta pakai Lion Air," katanya.

Seorang pelancong bernama Dedun Gryana Pura juga merasakan dampak lonjakan harga tersebut setelah menyelesaikan masa liburannya di Yogyakarta. Dedun terpaksa membeli tiket Garuda Indonesia menuju Bali secara mendadak demi efisiensi waktu.

"Saya beli mendadak. Berangkat Kamis sampai Jumat. Biasanya masih bisa dapat Rp 1,1 juta, sekarang Rp 1,5 juta sudah paling murah," ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author