Harga Tembaga Melonjak di Tengah Ketegangan Konflik Timur Tengah

Share

Harga tembaga ditutup mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh munculnya rasa pesimisme di kalangan pelaku pasar terhadap prospek kesepakatan damai untuk mengakhiri perang di wilayah Timur Tengah.

Kontrak berjangka untuk masa tiga bulan merangkak naik hingga melampaui angka US$14.000 per ton. Lonjakan ini terjadi setelah mencatatkan pertumbuhan sebesar 3% dalam dua sesi pembukaan perdagangan pada pekan ini.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, situasi ketegangan di area konflik tetap berada di level tinggi menyusul adanya peningkatan intensitas serangan. Beberapa peristiwa penting yang tercatat antara lain serangan Iran ke wilayah Kuwait serta operasi militer Amerika Serikat yang membidik Pulau Qeshm.

Sepanjang tahun ini, pergerakan komoditas tembaga terus tertekan oleh kecamuk konflik tersebut. Pertikaian yang berkepanjangan telah memicu prediksi akan adanya kenaikan suku bunga demi meredam laju inflasi, sebuah kebijakan yang berisiko menekan tingkat permintaan pasar.

Kendati demikian, situasi geopolitik ini justru mendorong harga aluminium menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Tren positif pada aluminium tersebut terjadi pascaserangan yang menyasar produsen logam di kawasan Teluk Persia.

Para pelaku usaha di sektor logam merah kini juga bersikap waspada menjelang pengumuman keputusan tarif dari pemerintah Amerika Serikat pada bulan ini. Kebijakan tersebut berpotensi memicu penerapan bea masuk yang menyasar komoditas impor.

Menjelang penetapan aturan tarif baru tersebut, volume persediaan tembaga di dalam negeri Amerika Serikat dilaporkan mengalami lonjakan drastis. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan pengetatan pasokan komoditas serupa di berbagai wilayah lainnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author