Harga Tembaga Melonjak Imbas Kesepakatan Damai Sementara AS dan Iran

Share

Harga tembaga mengalami kenaikan signifikan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan perdamaian sementara. Langkah diplomasi ini berhasil meredakan kekhawatiran terkait pertumbuhan ekonomi global dan mendorong optimisme terhadap permintaan logam industri.

Seperti diberitakan oleh Bloombergtechnoz, komoditas logam industri ini mencatat penguatan hingga 1,4 persen. Sentimen positif muncul setelah kedua belah pihak sepakat menghentikan permusuhan, membuka kembali Selat Hormuz, dan memulai negosiasi program nuklir Iran.

Bagi pasar logam, khususnya tembaga, kepastian berakhirnya konflik ini menghapus risiko penurunan utama yang selama ini membayangi. Momentum ini terjadi di tengah proyeksi para analis yang relatif optimistis terhadap prospek pasar ke depan.

Performa sektor logam sebenarnya tetap bertahan relatif baik meskipun sempat terjadi ketegangan di Timur Tengah. Harga tembaga tercatat sudah naik sekitar 4 persen semenjak serangan besar-besaran AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.

Sementara itu, komoditas aluminium mengalami lonjakan hingga 13 persen. Kenaikan tajam tersebut dipicu oleh terputusnya jalur pasokan dan kerusakan pada sejumlah pabrik peleburan di kawasan Teluk Persia.

Khusus untuk tembaga, tren kenaikan harga juga didorong oleh tingginya optimisme terhadap permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan energi bersih. Selain itu, prospek kebijakan tarif impor AS turut memengaruhi pergerakan harga komoditas ini.

Pergerakan Harga di London Metal Exchange

Jefferies Financial Group Inc. telah menaikkan estimasi untuk harga tembaga. Meski demikian, lembaga tersebut mengingatkan adanya potensi volatilitas jangka pendek sebelum keputusan resmi Gedung Putih mengenai pungutan tembaga diumumkan.

Di London Metal Exchange (LME), harga tembaga menguat 1,2 persen ke posisi US$13.864 per ton pada pukul 10:07 pagi waktu Shanghai. Sektor logam lainnya juga menghijau, dengan aluminium naik 0,3 persen dan seng menguat 0,7 persen.

Kenaikan paling tajam dibukukan oleh komoditas timah yang melonjak lebih dari 3 persen. Padahal, harga timah sempat mengalami penurunan setelah hampir menyentuh rekor tertinggi pada awal bulan ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author