Harga Tembaga Berfluktuasi Akibat Ketegangan Hubungan Hubungan AS dan Iran

Share

Fluktuasi harga tembaga terjadi di pasar global setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim proses negosiasi dengan Iran telah mencapai tahap akhir pada Kamis (21/5/2026). Situasi ini berlangsung di tengah ancaman eskalasi baru yang terus dilontarkan oleh kedua belah pihak.

Pergerakan nilai komoditas logam tersebut sempat menguat sebelum akhirnya tertekan oleh penguatan mata uang dolar AS yang tipis. Dilansir dari Bloomberg Technoz, harga tembaga mengalami penurunan tajam sebesar 1,82 persen ke posisi US$13.655 per ton pada pukul 06.02 waktu London.

Ketidakpastian perdagangan ini juga memperpanjang tren fluktuasi komoditas logam lain selama beberapa hari terakhir. Padahal, antusiasme permintaan dari sektor kecerdasan buatan, teknologi bersih, dan cadangan strategis sempat membuat harga penutupan tembaga mencetak rekor pada pekan lalu.

Kondisi pasar saat ini cenderung menunggu katalis baru akibat kebuntuan yang berkepanjangan dari aspek geopolitik tersebut. Di sisi lain, penurunan juga terjadi pada harga bijih besi sebesar 0,79 persen menjadi US$106,40 per ton di Singapura, yang menandai tren negatif selama enam sesi beruntun sejak Februari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author