Harga Pangan di Jakarta Naik 11 Juni 2026 Pascapenyesuaian BBM Pertamax
Sejumlah harga bahan pangan di pasar tradisional mencatatkan lonjakan nilai jual. Grafik kenaikan ini terjadi tepat satu hari setelah kebijakan pemerintah yang menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.
Komoditas yang mengalami lonjakan harga di antaranya meliputi beras kualitas bawah I, beras kualitas bawah II, beras kualitas medium I, hingga beras kualitas super II. Tren kenaikan juga merambah ke sektor hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, serta cabai rawit merah.
Produk minyak goreng kemasan bermerek turut mengalami koreksi harga ke atas. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikutip dari Bloombergtechnoz, nilai jual rata-rata beras kualitas bawah I merangkak naik 0,34% atau setara Rp50 menjadi Rp14.650 per kilogram (kg).Varian beras kualitas bawah II kini menyentuh angka Rp14.500 per kg setelah terkoreksi naik sebesar 0,35%. Sementara itu, beras kualitas medium I bertambah mahal 0,31% menjadi Rp16.200 per kg, disusul varian super II yang meningkat 0,29% ke angka Rp17.000 per kg.
Meskipun mayoritas bahan pokok bergerak naik, beberapa jenis pangan terpantau bergerak stagnan bahkan mengalami penurunan harga pada perdagangan tengah minggu ini.
| Jenis Komoditas Pangan | Persentase Perubahan | Harga Terbaru (Per Kg) |
|---|---|---|
| Naik 0,34% | Rp14.650 | Naik 0,35% |
| Rp14.500 | Naik 0,31% | Rp16.200 |
| Naik 0,29% | Rp17.000 | Tetap 0,00% |
| Rp16.050 | Tetap 0,00% | Rp17.500 |
| Naik 0,21% | Rp24.100 | Naik 0,22% |
| Rp23.350 | Turun 0,24% | Rp20.650 |
| Naik 1,75% | Rp75.700 | Turun 2,89% |
| Rp62.150 | Turun 5,72% | Rp57.650 |
| Turun 3,47% | Rp54.200 | Naik 6,60% |
| Rp55.700 | Naik 8,05% | Rp41.600 |
Sektor minyak goreng kemasan bermerek 1 mengalami lonjakan sebesar Rp50, sehingga harganya kini berada di angka Rp24.100 per kg. Untuk varian kemasan bermerek 2, kenaikan tercatat sebesar 0,22% yang mengubah posisinya ke angka Rp23.350 per kg.
Sebaliknya, pasokan minyak goreng curah di pasar tradisional justru mengalami penurunan nilai sebesar 0,24% menjadi Rp20.650 per kg. Fluktuasi harga yang cukup kontras juga terlihat pada sektor komoditas cabai.
Fluktuasi Sektor Hortikultura dan Protein Hewani
Cabai rawit merah menjadi satu-satunya varian cabai yang melesat naik hingga 1,75% atau bertambah Rp1.300 menjadi Rp75.700 per kg. Komoditas cabai jenis lain justru terperosok cukup dalam.
Nilai jual cabai merah besar merosot 2,89% menjadi Rp62.150 per kg, dan jenis cabai merah keriting anjlok sebesar 5,72% ke posisi Rp57.650 per kg. Tren penurunan ini diikuti oleh cabai rawit hijau yang menyusut 3,47% menjadi Rp54.200 per kg.
Lonjakan paling signifikan hari ini terjadi pada sektor perbawangan. Harga rata-rata untuk bawang merah ukuran sedang melambung hingga 6,6% atau membubung Rp3.450 menjadi Rp55.700 per kg, diikuti bawang putih ukuran sedang yang melonjak sebesar 8,05% ke angka Rp41.600 per kg.
Untuk sektor pemanis, gula pasir lokal dilaporkan terkoreksi turun tipis 0,26% ke level Rp19.100 per kg. Berbanding terbalik, varian gula pasir kualitas premium bertahan stabil di angka Rp20.250 per kg.
Kabar baik muncul dari sektor protein hewani karena harga telur ayam ras segar terpantau turun 0,49% menjadi Rp30.200 per kg. Daging ayam ras segar juga mengalami penyusutan harga sebesar 2,48% menjadi Rp37.350 per kg.
Penurunan harga ini turut diikuti oleh sektor daging sapi di pasar tradisional. Daging sapi kualitas 1 tercatat turun 0,2% menjadi Rp148.600 per kg, sedangkan untuk daging sapi kualitas 2 melorot 0,6% ke angka Rp139.750 per kg.