Harga Minyak Dunia Turun Akibat OPEC+ Tambah Pasokan
Harga minyak mentah dunia kembali mengalami penurunan. Kondisi ini dipicu oleh kelancaran arus logistik energi di Selat Hormuz serta sinyal dari aliansi OPEC+ yang bersiap menggenjot pasokan mereka.
Dikutip dari Bloombergtechnoz, keputusan aliansi tersebut memperkuat kekhawatiran para pelaku pasar mengenai potensi terjadinya kelebihan suplai di pasar global.
Minyak mentah jenis Brent dilaporkan merosot hingga di bawah level US$72 per barel. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate atau WTI tertahan pada kisaran US$68 per barel.
Aktivitas pengiriman gas dan minyak di koridor perairan Selat Hormuz yang dilindungi Amerika Serikat mulai pulih pada hari Minggu. Pemulihan ini terjadi setelah beberapa kapal sempat mengalihkan rute tanpa alasan jelas.
Di sisi lain, negara anggota OPEC+ sepakat mendukung kenaikan moderat pada kuota produksi kolektif untuk bulan depan. Langkah ini dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia yang setuju menambah pasokan 188.000 barel per hari.
Keputusan kelompok tersebut mempertegas ambisi untuk meningkatkan produksi seiring situasi kawasan yang mulai normal. Meskipun demikian, tambahan barel tersebut saat ini dinilai masih di atas kertas.
Pada kuartal kedua tahun ini, harga minyak Brent sudah jatuh sedalam 30%. Penurunan dipicu kesepakatan damai sementara Washington dan Teheran yang membuka jalan bagi pemulihan lalu lintas kapal tanker.
Sejumlah bank di Wall Street memproyeksikan harga minyak berpotensi merosot lebih dalam pada paruh kedua tahun ini. Citigroup Inc memberikan sinyal harga minyak bisa menyentuh level US$60 per barel pada akhir tahun.
Produsen utama di kawasan Teluk Persia kini tengah memacu produksi mereka dengan cepat. Ekspor Arab Saudi dilaporkan melonjak mendekati level sebelum perang setelah berhasil meloloskan kapal tankernya melewati Selat Hormuz.
Uni Emirat Arab yang sempat keluar dari OPEC selama masa konflik juga dilaporkan telah memulihkan kembali arus ekspor minyak mereka ke pasar global.
Indikasi produksi melampaui permintaan pasar terlihat dari timespread acuan minyak Brent dan Dubai yang berbalik membentuk pola bearish contango. Kontrak berjangka bulan terdekat kini diperdagangkan lebih murah.
Di pasar fisik, banyak minyak mentah berbagai kelas dijual dengan harga lebih murah daripada harga acuan dasarnya. Sementara itu, Iran memulai prosesi pemakaman massal untuk Ayatollah Ali Khamenei pada akhir pekan kemarin.
Khamenei gugur akibat serangan dari kubu AS dan Israel pada hari pertama meletusnya perang di akhir Februari lalu. Upacara akbar pemakaman tersebut dilangsungkan di Teheran.
Pada pukul 06.30 waktu Singapura, minyak Brent untuk pengiriman September turun 0,5% menjadi US$71,73 per barel. Minyak WTI pengiriman Agustus diperdagangkan di level US$68,40 per barel atau turun 0,4%.