Harga Minyak Dunia Stabil Setelah Amerika Serikat dan Iran Saling Serang
Harga minyak dunia dilaporkan stabil setelah membukukan kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Perkembangan ini terjadi di tengah aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang kini mengancam prospek kesepakatan damai pembukaan kembali Selat Hormuz.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah US$96 per barel setelah melonjak hampir 10% dalam tiga sesi pertama pekan ini. Sementara itu, dilansir dari Bloombergtechnoz, minyak Brent ditutup di kisaran US$98 per barel pada Rabu.
Eskalasi pertempuran tersebut membuat wilayah Kuwait dan Bahrain ikut terdampak dalam baku tembak. Insiden ini menjadi konflik paling serius sejak gencatan senjata mulai berlaku pada awal April.
Amerika Serikat dan Iran sebenarnya telah menyepakati kerangka dasar untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua bulan sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Namun, negosiasi mengenai rincian akhir kesepakatan tersebut masih berjalan lambat.
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pernyataan menteri luar negeri Republik Islam tersebut yang menyebutkan bahwa belum ada kemajuan nyata yang dicapai dalam pembicaraan dengan Washington. Teheran juga menyatakan siap menyerang target-target di dalam Israel jika serangan terhadap Beirut terus berlanjut.
Bentrokan terbaru ini langsung menghapus seluruh penurunan harga minyak yang dicatat pekan lalu. Konflik tersebut menghilangkan optimisme pasar atas peluang tercapainya perpanjangan gencatan senjata dan pemulihan arus pasokan melalui Selat Hormuz.
Cadangan Global Menyusut di Tengah Puncak Musim Berkendara
Di saat perundingan terus berlarut-larut, cadangan pasokan minyak global terpantau semakin menipis. Data pemerintah Amerika Serikat pada Rabu menunjukkan persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, turun untuk minggu keenam berturut-turut hingga mendekati level minimum operasional.
"Harga minyak kini kembali mencerminkan ekspektasi bahwa kondisi harga tinggi akan bertahan lebih lama," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial Securities Inc.
"Jalur dengan hambatan paling kecil bagi harga masih mengarah ke kenaikan dalam jangka pendek, dengan musim berkendara yang segera memasuki puncaknya dan persediaan minyak AS yang terus menyusut."
DPR Amerika Serikat Berusaha Hentikan Perang
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat yang dipimpin oleh Partai Republik memberikan suara untuk menghentikan perang dengan Iran. Langkah ini menunjukkan bahwa kekhawatiran mengenai konflik tersebut mulai meluas di dalam partai Presiden sendiri, lima bulan menjelang pemilu Kongres.
Meski demikian, pemungutan suara tersebut tidak akan langsung menghentikan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Resolusi itu masih harus mendapatkan persetujuan dari Senat Amerika Serikat.
Selain itu, ketentuan dalam War Powers Act 1973 yang digunakan DPR Amerika Serikat sebagai dasar hukum juga masih menjadi perdebatan dari sisi legalitas. Pada perdagangan Kamis pukul 06.01 pagi di Singapura, WTI untuk pengiriman Juli turun 0,2% menjadi US$95,79 per barel, sedangkan Brent untuk pengiriman Agustus naik 1,9% dan ditutup pada US$97,81 per barel pada perdagangan Rabu.