Harga Minyak Dunia Naik Imbas Ketegangan Pasokan di Selat Hormuz
Eskalasi ketegangan di Selat Hormuz memicu ketidakpastian jalur utama logistik energi global yang kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Senin (10/8/2026).
Harga minyak mentah Brent tercatat melonjak sebesar US$ 1,20 atau 1,44 persen menjadi US$ 84,79 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat menguat US$ 1,12 atau 1,08 persen ke posisi US$ 79,29 per barel.
Kenaikan harga pasar energi ini terjadi seiring langkah Iran yang masih enggan membuka penuh jalur pelayaran strategis tersebut. Meski telah mencapai kesepakatan jalur pelayaran baru dengan Oman, Iran tetap memberlakukan syarat ketat bagi kapal-kapal Amerika Serikat.
Pihak Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan bahwa penutupan jalur laut tersebut akan terus dipertahankan hingga pihak penentangnya memenuhi seluruh tuntutan yang diajukan, termasuk ganti rugi atas kerusakan akibat perang.
"Selat ini kini sebenarnya merupakan medan perang bagi kami, bukan sekadar jalur perairan," tulis keterangan IRGC.
Di sisi lain, negosiasi tingkat diplomatik masih terus berjalan guna menstabilkan kawasan perairan internasional tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pembahasan bersama Oman terkait tata kelola lalu lintas di Selat Hormuz sudah memasuki tahap akhir, meskipun pembukaan penuh tetap bergantung pada pemenuhan kompensasi pelanggaran kesepakatan bulan Juni.
Araghchi turut membantah adanya dialog langsung antara pihaknya dengan pihak Amerika Serikat dan menegaskan komunikasi antar kedua negara sejauh ini hanya dilakukan melalui perantara.