Harga Emas Turun ke US4377 per Ons Usai Capai Rekor Dua Bulan

Share

Harga emas dunia terkoreksi ke kisaran US$4.377 per troy ons pada Kamis (13/8/2026) akibat aksi profit-taking. Penurunan terjadi setelah logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan terakhir di posisi US$4.449 per troy ons pada sesi perdagangan Asia.

Meskipun melandai 0,70 persen, pelemahan emas tertahan oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan Indeks Dolar AS yang bergerak di bawah level 100. Kondisi pasar modal juga terpengaruh rilis data ekonomi terbaru AS.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Produsen (PPI) bulanan periode Juli berada di tingkat stagnan 0,0 persen, sementara PPI tahunan melambat ke angka 4,7 persen. Selain itu, inflasi konsumen (CPI) Juli tercatat naik 0,1 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan.

Serangkaian data inflasi yang sesuai perkiraan pasar memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan pada rapat September mendatang. Menurut indikator CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September melandai ke kisaran 32 hingga 40 persen.

"Data inflasi cukup menggembirakan. Angkanya memang lebih tinggi dibandingkan bulan lalu, tetapi masih sesuai dengan ekspektasi. Ditambah pelemahan dolar AS dan faktor teknikal, semuanya turut menopang kenaikan harga emas," kata Edward Meir, Analis Marex.

Penahanan suku bunga memberikan angin segar bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas. Namun, para analis menilai arah kebijakan moneter AS masih dibayangi oleh volatilitas harga energi dan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author