Harga Emas Dunia Sentuh Titik Terendah Sepanjang 2026 pada 8 Juni 2026
Harga emas dunia kembali mencatatkan penurunan pada penutupan perdagangan kemarin. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Bloombergtechnoz, komoditas logam mulia ini bahkan menyentuh level terendahnya sepanjang tahun 2026.
Pada perdagangan Senin (8/6/2026), harga emas dunia di pasar spot merosot sebesar 0,3% menjadi US$ 4.317,9/troy ons. Nilai tersebut menjadi yang paling lemah sejak Desember tahun lalu, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai harga termurah pada tahun ini.
Koreksi ini membuat harga emas menggenapi penurunan selama dua hari berturut-turut. Dalam kurun waktu dua hari tersebut, nilai sang logam mulia sudah terpangkas sebanyak 3,51%.
Tingginya harga energi menjadi faktor utama yang menghambat laju komoditas ini. Pada perdagangan kemarin, harga minyak mentah jenis brent ditutup melonjak 1,21% ke posisi US$ 94,22/barel.
Situasi harga energi yang melambung membuat bank sentral di berbagai negara harus terus berupaya meredam inflasi. Kondisi tersebut menyulitkan ruang pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.
Pelaku pasar bahkan mengekspektasikan opsi kenaikan suku bunga acuan demi menekan risiko inflasi. Langkah ini juga membayangi keputusan bank sentral paling berpengaruh, Federal Reserve dari Amerika Serikat (AS).
"Kalau kita hanya melihat di ruang hampa, maka suku bunga bisa saja naik sekarang. Sudah lima tahun inflasi tinggi dan bergerak ke arah yang salah," kata Collin Martin.
Emas sendiri dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Oleh karena itu, investasi pada instrumen ini menjadi kurang kompetitif ketika tingkat suku bunga berada di level yang tinggi.
Melihat grafik harian (daily time frame), pergerakan emas saat ini masih tertahan di zona bearish. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di posisi 34.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari menyentuh angka nol. Level paling rendah ini menunjukkan bahwa kondisi pasar sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari Selasa (9/6/2026), emas sebenarnya memiliki ruang untuk mengalami rebound. Pelaku pasar perlu mencermati titik pivot yang berada di level US$ 4.334/troy ons.
Jika titik tersebut terlampaui, harga emas berpeluang menguji area resisten US$ 4.380/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Target kenaikan selanjutnya diperkirakan berada pada rentang US$ 4.445 hingga US$ 4.491/troy ons.
Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, level US$ 4.311/troy ons akan menjadi area support terdekat. Kegagalan bertahan di titik ini berisiko mendorong kejatuhan harga lebih dalam menuju kisaran US$ 4.299 sampai US$ 4.297/troy ons.
Apabila kondisi pasar terus memburuk, target koreksi paling pesimistis untuk pergerakan emas berada di level US$ 4.289/troy ons.