Harga Emas Dunia Melonjak Dorong Kenaikan Logam Mulia Antam

Share

Penguatan harga emas internasional di pasar spot hingga menyentuh level US$ 4.109,94 per ounce turut mendorong kenaikan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjadi Rp 2.623.000 per gram pada Jumat, 31 Juli 2026.

Lonjakan di pasar global terjadi setelah pelemahan dolar AS sebesar 0,9 persen dan keputusasaan pasar terhadap kejelasan arah kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).

Kenaikan harga emas Antam sebesar Rp 7.000 per gram ini melanjutkan tren positif dari hari sebelumnya. Sementara itu, nilai pembelian kembali atau buyback mengalami lonjakan lebih tinggi sebesar Rp 17.000 hingga mencapai Rp 2.398.000 per gram.

Di tingkat global, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS dilaporkan turun 0,1 persen pada Juni. Kondisi ini menahan inflasi tetap stabil meski dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi melambungkan harga minyak dunia.

"Data PCE terlihat sedikit lebih baik dari yang diperkirakan pasar. Jadi untuk saat ini, kondisi inflasi kurang lebih stabil. Namun, pasar minyak akan terus menjadi masalah," ujar Global Head of Commodity Strategy TD Securities Bart Melek.

Analis komoditas tersebut menambahkan bahwa ketidakstabilan kawasan geopolitik dapat dengan mudah mengubah arah pergerakan inflasi secara global.

"Inflasi mungkin sedikit terkendali saat ini, tetapi kondisi itu dapat dengan mudah berubah jika ketidakstabilan di Timur Tengah terus berlanjut," kata Melek.

The Fed sendiri memutuskan menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Keputusan tersebut menurunkan ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan September mendatang menjadi 57 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author