Harga Emas Dunia Melemah Dekati Level Terendah Sejak November 2025

Share

Harga emas dunia bergerak melemah hingga mendekati level psikologis 4.000 dolar AS per ons pada sesi Eropa hari Kamis (25/6/2026). Penurunan ini membawa komoditas tersebut berada di sekitar level terendah sejak November 2025 akibat penguatan dolar AS dan proyeksi kebijakan moneter ketat.

Dilansir dari laporan FXStreet, penurunan harga logam mulia ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap data inflasi personal consumption expenditures (PCE) Amerika Serikat. Indikator ekonomi tersebut sangat diperhatikan oleh pelaku pasar karena akan menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve pada akhir tahun ini.

Sebelumnya pada perdagangan Rabu (24/6/2026), harga emas spot sempat terkoreksi ke kisaran 4.067 dolar AS per ons berdasarkan data Bareksa. Indeks dolar AS yang menguat ke level 101,4 menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga komoditas berdenominasi greenback tersebut.

Selain faktor mata uang, meredanya risiko geopolitik di Timur Tengah ikut mengurangi premi risiko yang selama ini menopang emas. Pembukaan kembali Selat Hormuz serta pembebasan sanksi sementara terhadap Iran menyebabkan harga minyak mentah jatuh ke level terendah, yang pada gilirannya meredakan kekhawatiran inflasi hulu.

Meskipun terjadi tekanan jangka pendek, laporan Bareksa menyebutkan pilar permintaan jangka panjang dari bank sentral global masih cukup solid. Salah satunya terlihat dari aktivitas impor emas China yang mencatat angka tertinggi dalam 26 bulan terakhir pada Mei 2026, dengan total mencapai 163 ton.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author