Harga Emas Dunia Anjlok ke US$ 3.999 Per Troy Ons 24 Juni 2026
Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan kemarin akibat proyeksi kebijakan moneter ketat. Kondisi tersebut membuat aset aman ini kehilangan daya tarik di pasar komoditas.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, harga emas dunia di pasar spot ditutup pada level US$ 3.999,6 per troy ons pada Rabu (24/6/2026). Nilai ini merosot 2,77 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan ini menjadi level terendah bagi komoditas emas sejak November tahun lalu. Kerugian ini juga mencatatkan pelemahan harga selama dua hari berturut-turut.
Dalam kurun waktu dua hari tersebut, nilai emas sudah terpangkas lebih dari 4 persen. Ekspektasi pengetatan moneter menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga emas saat ini.
Gubernur Federal Reserve, Kevin Warsh, dalam konferensi pers pekan lalu menegaskan komitmennya terhadap stabilitas harga. Penegasan tersebut disampaikan berulang kali setelah rapat bank sentral Amerika Serikat.
Langkah Kevin Warsh menunjukkan bahwa otoritas moneter lebih memprioritaskan stabilitas harga dibanding pertumbuhan ekonomi. Pasar berspekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan pada September tahun ini.
“Jika data inflasi berikutnya tidak menunjukkan perbaikan, maka The Fed sepertinya harus menaikkan suku bunga acuan pada September, atau bahkan Juli,” tulis catatan Evercore ISI, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4 persen pada Juli mencapai 34,2 persen. Sementara peluang kenaikan pada rapat September berada di angka 49,7 persen.
Investor bahkan melihat adanya probabilitas suku bunga acuan dikerek hingga 50 basis poin menuju rentang 4-4,25 persen. Peluang ini diproyeksikan terjadi dalam rapat Federal Open Market Committee September sebesar 16,7 persen.
Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Oleh karena itu, investasi pada emas menjadi kurang kompetitif saat suku bunga berada di level tinggi.
Melihat tren harian, emas kini berada dalam zona bearish yang cukup kuat. Indikator Relative Strength Index 14 hari menunjukkan angka 31, mendekati area jenuh jual di bawah angka 30.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari berada pada posisi 35. Angka ini mengindikasikan bahwa komoditas emas menghuni area jual yang lumayan dominan.
Kendati demikian, harga emas berpeluang mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Koreksi tajam dalam dua hari terakhir membuka celah terjadinya technical rebound.
Pelaku pasar perlu mencermati titik pivot point yang berada di level US$ 4.029 per troy ons. Jika bergerak positif, harga emas berpotensi menguji titik resisten terdekat pada US$ 4.093 per troy ons.
Nilai resisten selanjutnya diproyeksikan berada pada kisaran US$ 4.125 hingga US$ 4.185 per troy ons. Untuk target paling optimistis, harga emas dapat menuju US$ 4.255 per troy ons.
Namun, jika tren penurunan berlanjut, level US$ 3.997 per troy ons akan menjadi area support terdekat. Jika batas tersebut ditembus, pergerakan harga bisa merosot ke area US$ 3.970 sampai US$ 3.333 per troy ons.
Target paling pesimistis untuk penurunan harga emas global berada pada level US$ 3.779 per troy ons.