Harga Emas Dunia 3 Juli 2026 Melesat ke Level US$ 4.126 Per Troy Ons
Harga emas di pasar global mencatat lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat. Rilis data terbaru mengenai sektor ketenagakerjaan di Amerika Serikat menjadi pemicu utama meroketnya nilai logam mulia tersebut.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, harga emas di pasar spot bertengger di posisi US$ 4.126,6 per troy ons. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 2,36 persen dibandingkan hari sebelumnya, sekaligus menjadi level tertinggi sejak 22 Juni.
Pertumbuhan ini menandai penguatan harga emas selama dua hari berturut-turut. Dalam kurun waktu tersebut, nilai komoditas ini telah terangkat hingga lebih dari 3 persen.
Faktor pendorong utama berasal dari pengumuman US Bureau of Labor Statistics. Lembaga tersebut menyatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat hanya mencetak 57.000 lapangan kerja non-pertanian sepanjang Juni, angka terendah dalam empat bulan terakhir.
Kondisi pasar tenaga kerja yang melandai ini diprediksi akan menahan langkah bank sentral Federal Reserve dalam menerapkan pengetatan moneter. Gubernur Kevin Warsh beserta jajarannya diperkirakan belum akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan ini.
Berdasarkan data CME FedWatch, peluang suku bunga acuan tetap bertahan di level 3,5-3,75 persen pada pertemuan 29 Juli mendatang kini mencapai 82,4 persen. Persentase ini meningkat dari posisi pekan lalu yang berada di angka 67,9 persen.
Emas sendiri dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil. Oleh karena itu, daya tarik kepemilikan emas biasanya menurun ketika tingkat suku bunga sedang berada di posisi tinggi.
"Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan membuat isu penurunan suku bunga oleh The Fed kembali mengemuka, yang kemudian membuat harga emas naik. Ke depan, arah harga emas akan tergantung oleh data yang sedianya mendukung penurunan suku bunga," tutur Ewa Manthey, Commodities Strategist di ING Bank NV.
Melalui perspektif harian, pergerakan emas secara teknikal saat ini masih berada di dalam zona bearish. Indikator Relative Strength Index 14 hari tercatat di level 43, yang berada di bawah ambang batas netral 50.
Meski begitu, indikator Stochastic RSI 14 hari terpantau sudah menyentuh posisi 97. Angka yang berada jauh di atas level 80 ini mengindikasikan bahwa kondisi pasar sudah sangat jenuh beli.
Untuk perdagangan hari ini, harga emas diperkirakan memiliki risiko untuk mengalami penurunan. Lonjakan tajam yang terjadi selama dua hari terakhir berpotensi memicu terjadinya koreksi teknikal di pasar.
Target support terdekat diproyeksikan berada pada level US$ 4.067 per troy ons, yang juga merupakan posisi Moving Average 10. Jika menembus titik tersebut, harga berisiko menguji area US$ 4.050 hingga US$ 4.037 per troy ons.
Adapun batas support terjauh dalam skenario paling pesimistis berada di kisaran US$ 3.802 per troy ons.
Sebaliknya, apabila tren penguatan terus bertahan, level US$ 4.153 per troy ons akan menjadi target resisten terdekat. Keberhasilan melewati titik ini berpeluang membawa harga emas menuju rentang US$ 4.192-4 per troy ons, dengan target optimistis utama di US$ 4.269 per troy ons.