Harga Emas Dunia 23 Juni 2026 Naik ke US$ 4.191 Per Troy Ons
Harga emas dunia mengalami penguatan pada perdagangan kemarin setelah sempat terkoreksi selama tiga hari beruntun. Dilansir dari Bloombergtechnoz, pergerakan komoditas ini berhasil berbalik arah ke zona hijau.
Pada Senin (22/6/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup pada level US$ 4.191,6 per troy ons. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,96% dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya.
Aksi borong oleh para pelaku pasar disinyalir menjadi pendorong utama lonjakan ini. Penurunan harga yang mencapai lebih dari 4% selama tiga hari sebelumnya membuat valuasi logam mulia ini dinilai sudah cukup murah.
Faktor geopolitik di Timur Tengah turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas. Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengabarkan bahwa proses dialog dengan Iran sejak akhir pekan lalu berjalan sangat baik.
Pejabat Iran membenarkan perkembangan positif tersebut meskipun masih ada beberapa poin yang belum disepakati. Salah satu hasil kesepakatan adalah pembentukan jalur komunikasi untuk mengamankan rute pelayaran di Selat Hormuz.
Selain itu, AS memberikan izin bagi Iran untuk menjual minyak ke pasar internasional selama 60 hari ke depan. Kebijakan ini langsung memicu penurunan harga minyak jenis brent sebesar lebih dari 3% ke US$ 78,14 per troy ons.
Terkendalinya harga energi diharapkan mampu menghindarkan risiko inflasi tinggi yang berkelanjutan di tingkat global. Kondisi tersebut dapat membuat bank sentral di berbagai negara menghindari pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.
Emas sendiri merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Oleh karena itu, investasi pada emas menjadi kurang menguntungkan bagi pelaku pasar ketika tingkat suku bunga mengalami kenaikan.
Meskipun mengalami penguatan, pergerakan grafik harian menunjukkan bahwa emas secara teknikal masih terjebak di zona bearish. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari saat ini berada di posisi 39.
Posisi RSI di bawah angka 50 mengonfirmasi bahwa aset masih berada dalam tren melemah. Di sisi lain, indikator Stochastic RSI 14 hari telah menyentuh angka 73 yang menandakan area beli atau long yang kuat.
Untuk proyeksi perdagangan hari ini, Selasa (23/6/2026), target resisten terdekat berada di US$ 4.233 per troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 10. Resisten selanjutnya diproyeksikan pada level US$ 4.312 per troy ons.
Sementara itu, target support terdekat berada di level US$ 4.85 per troy ons. Jika tren melemah kembali terjadi, harga emas berisiko merosot ke rentang antara US$ 4.175 hingga US$ 4.153 per troy ons.
Para pelaku pasar perlu mencermati titik pivot point yang berada di posisi US$ 4.147 per troy ons. Penembusan pada titik kritis ini berpotensi membuat harga emas ambruk menuju kisaran US$ 4.137 sampai US$ 4.098 per troy ons.