Harga Emas Dunia 12 Juni 2026 Melesat 3,56 Persen Usai Anjlok Empat Hari

Share

Harga emas dunia mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan kemarin setelah mengalami tren penurunan selama empat hari beruntun. Lonjakan ini mengakhiri fase koreksi yang sebelumnya sempat membawa sang logam mulia ke level paling rendah sejak November tahun lalu.

Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, harga emas dunia di pasar spot resmi ditutup pada level US$ 4.217 per troy ons pada Kamis (11/6/2026). Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 3,56 persen jika dibandingkan dengan posisi perdagangan hari sebelumnya.

Pembalikan arah ini terjadi setelah komoditas tersebut merosot tajam selama empat hari berturut-turut dengan akumulasi penurunan mencapai 9 persen. Penurunan yang cukup dalam ini memicu daya tarik emas kembali meningkat di mata investor.

Aktivitas berburu aset murah atau bargain hunting di tingkat harga rendah berhasil mendongkrak volume permintaan. Kondisi ini yang kemudian menjadi motor penggerak utama dalam mengerek kembali grafik harga emas ke zona hijau.

Sentimen positif lain yang turut menyokong penguatan ini berasal dari dinamika geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan pemberitaan Bloomberg News, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran.

Langkah penundaan tersebut memunculkan ekspektasi bahwa pendekatan diplomasi tengah diupayakan guna mewujudkan stabilitas kawasan. Trump membeberkan bahwa dialog telah bergulir dan telah diteruskan ke jajaran kepemimpinan tertinggi di Iran untuk membahas penyelesaian konflik.

Saat memberikan keterangan kepada para wartawan di Gedung Putih, Trump mengklaim proses penandatanganan kesepakatan damai berpotensi terlaksana paling cepat akhir pekan ini di Eropa. Agenda krusial tersebut rencananya bakal dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.

Kabar mengenai potensi perdamaian tersebut langsung berimbas negatif pada sektor komoditas energi. Harga minyak mentah jenis brent dilaporkan jatuh hampir 3 persen dan tertahan di posisi US$ 90,38 per barel pada penutupan perdagangan kemarin.

Apabila pergerakan harga minyak mentah menjadi lebih stabil, maka risiko lonjakan inflasi yang tinggi dapat diredam. Hal ini memberikan keleluasaan bagi bank sentral global untuk menahan diri dari kebijakan menaikkan suku bunga acuan.

Emas sendiri dikategorikan sebagai aset tanpa imbal hasil atau non-yielding asset. Oleh karena itu, investasi pada instrumen logam mulia dinilai menjadi kurang kompetitif ketika tingkat suku bunga global berada di level yang tinggi.

Melihat potensi pergerakan untuk perdagangan hari Jumat (12/6/2026), instrumen investasi ini secara teknikal dalam grafik harian sebenarnya masih berada di area bearish. Kondisi ini terkonfirmasi dari indikator Relative Strength Index 14 hari yang berada pada posisi 36.

Angka RSI yang bertengger di bawah level 50 secara umum mengindikasikan bahwa suatu aset masih mengalami tekanan turun. Di sisi lain, indikator Stochastic RSI 14 hari berada di level 56 yang menunjukkan posisi area beli yang terhitung cukup kuat.

Untuk aktivitas pasar hari ini, peluang kelanjutan tren penguatan harga emas diperkirakan masih terbuka. Target resisten paling dekat berada pada level US$ 4.221 per troy ons yang sekaligus menjadi titik Moving Average 5.

Jika tren naik terus berlanjut, area resisten berikutnya diproyeksikan akan menguji rentang antara US$ 4.229 hingga US$ 4.319 per troy ons. Sementara itu, batas resisten terjauh dalam skenario pergerakan yang paling optimistis berada di posisi US$ 4.515 per troy ons.

Kendati demikian, para pelaku pasar juga perlu mengantisipasi potensi pembalikan arah ke zona merah. Level US$ 4.155 per troy ons diperkirakan akan bertindak sebagai pivot point penting untuk pergerakan hari ini.

Jika batas pivot point tersebut berhasil ditembus ke bawah, harga emas berisiko mengalami penurunan lanjutan ke rentang US$ 4.121 hingga US$ 4.080 per troy ons. Adapun level support paling jauh dalam proyeksi pergerakan pesimistis berada di angka US$ 3.892 per troy ons.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author