Harga Emas Antam 26 Mei 2026 Turun Menjadi Rp 2.798.000 Per Gram

Share

Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Dilansir dari Bloombergtechnoz, nilai investasi logam mulia tersebut melemah dari posisi sebelumnya.

Pada Selasa (26/5/2026), emas Antam dibanderol sebesar Rp 2.798.000 per gram. Angka tersebut mencatatkan penurunan sebesar Rp 5.000 jika dibandingkan dengan posisi perdagangan kemarin.

Kondisi serupa terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam yang kini berada di level Rp 2.607.000 per gram. Nilai buyback ini juga mengalami pengurangan sebesar Rp 5.000 dari hari sebelumnya.

Penurunan harga emas dalam negeri ini terjadi di tengah lonjakan harga emas dunia di pasar spot. Perbedaan arah pergerakan ini disinyalir terjadi karena faktor internal, seperti penyesuaian harga harian atau strategi perdagangan dari pihak Antam.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, emas dunia di pasar spot bertengger di posisi US$ 4.578,7 per troy ons. Angka tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 1,37% dari perdagangan sebelumnya.

Perkembangan situasi di Timur Tengah masih mendominasi perhatian para pelaku pasar global. Saat ini muncul sentimen positif seiring kabar mengenai Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dilaporkan mendekati kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik sejak akhir Februari lalu.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan terkait kesepakatan interim berjalan dengan baik. Dialog tersebut berfokus pada perpanjangan masa gencatan senjata serta pelonggaran arus pelayaran di Selat Hormuz.

Informasi tersebut langsung memicu kejatuhan harga minyak dunia secara signifikan. Kemarin, harga minyak jenis brent merosot tajam sebesar 6,61% hingga menyentuh level US$ 96,69 per barel.

Sektor energi yang lebih terkendali ini berpotensi meredam ancaman inflasi global. Situasi tersebut memberikan ruang bagi bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter mereka melalui penurunan suku bunga acuan.

Emas sendiri merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Oleh karena itu, kepemilikan aset komoditas ini dinilai akan menjadi lebih menguntungkan bagi investor ketika tingkat suku bunga acuan mengalami penurunan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author