Harga Bitcoin Tembus 64 Ribu Dolar AS di Tengah Arus Masuk ETF
Harga Bitcoin merambat naik hingga melewati level resistensi penting 64.000 dolar AS pada Rabu (5/8/2026). Penguatan aset kripto utama ini didorong oleh lonjakan arus masuk dana ETF spot serta peningkatan optimisme pasar terhadap aset berisiko.
Aset kripto tersebut bangkit dari titik terendah pekan sebelumnya sebesar 62.148 dolar AS hingga menyentuh level 64.095 dolar AS. Pergerakan positif ini terjadi di tengah kenaikan indeks saham utama Amerika Serikat seperti Dow Jones, Nasdaq 100, dan S&P 500 yang melonjak lebih dari 1 persen.
Pemulihan pasar keuangan terpicu oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai diskusi pembukaan kembali Selat Hormuz bersama Iran dan Oman. Kabar tersebut menekan harga minyak mentah Brent dan WTI hingga di bawah 80 dolar AS per barel, yang mengurangi kekhawatiran risiko inflasi serta kenaikan suku bunga Bank Sentral AS.
Produk ETF Bitcoin spot di AS mencatatkan penambahan aset lebih dari 150 juta dolar AS pada Selasa, menyusul arus masuk sebesar 170 juta dolar AS pada hari sebelumnya. Kondisi ini membalikkan tren pekan lalu ketika ETF Bitcoin sempat mengalami arus keluar bersih sebesar 61,53 juta dolar AS.
Sentimen makroekonomi sebelumnya sempat tertekan setelah Federal Reserve menahan suku bunga di level 3,50 persen hingga 3,75 persen pada 29 Juli 2026. Keputusan tersebut diwarnai perbedaan pendapat dari tiga pejabat Fed yang mendorong kenaikan suku bunga.
Pasar kripto juga mencermati batas waktu pemungutan suara Undang-Undang CLARITY di Senat AS pada 6 Agustus 2026 sebelum masa reses. Regulasi tersebut diharapkan memberikan kerangka hukum menyeluruh bagi industri aset digital di Amerika Serikat.