Pertamina Pertahankan Harga BBM Stabil Saat HUT Ke 81 RI
Harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina, Shell, dan bp terpantau stabil pada HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026). Tarif tersebut tidak mengalami perubahan sejak penyesuaian harga per 1 Agustus 2026.
Untuk wilayah Jawa dan DKI Jakarta, harga Pertalite bertahan pada angka Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax dijual Rp15.950 per liter dan Pertamax Turbo seharga Rp18.300 per liter.
Produk BBM jenis Dexlite di kawasan Jawa dibanderol Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex sebesar Rp21.150 per liter. Untuk kawasan Free Trade Zone Batam, Pertamax dipatok Rp15.150 per liter dan Sabang Rp14.950 per liter.
Di SPBU swasta, Shell membanderol V-Power Diesel sebesar Rp21.910 per liter. Sementara bp menjual BP Ultimate seharga Rp16.760 per liter dan BP 92 senilai Rp16.130 per liter.
| Jenis BBM | Jawa (Rp/Liter) | FTZ Batam (Rp/Liter) | FTZ Sabang (Rp/Liter) |
|---|---|---|---|
| Pertalite | 10.000 | 10.000 | 10.000 |
| Biosolar Subsidi | 6.800 | 6.800 | 6.800 |
| Pertamax | 15.950 | 15.150 | 14.950 |
| Pertamax Turbo | 18.300 | 17.400 | – |
| Dexlite | 19.700 | 18.700 | 18.450 |
| Pertamina Dex | 21.150 | 20.100 | – |
Penetapan harga BBM nonsubsidi merujuk pada evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menjelaskan alasan penyesuaian tarif tersebut.
"Penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat," kata Kitty Andhora.
Menurut penjelasan Pertamina Patra Niaga, langkah penyesuaian harga ini juga ditujukan untuk menjamin ketersediaan pasokan energi nasional.
"Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat," kata Kitty Andhora.
Di tingkat konsumen, perubahan harga produk BBM nonsubsidi memicu beragam tanggapan dari pengguna kendaraan. Sintya, seorang warga Karanganyar, Jawa Tengah, membagikan pandangannya mengenai tarif Pertamax.
"Masih Pertamax sih, tapi ya semoga ke depannya (harga Pertamax) bisa turun lagi tapi yang gede gitu nominalnya biar terasa," kata Sintya.
Konsumen BBM nonsubsidi tersebut menyampaikan pertimbangannya saat memilih lokasi pengisian bahan bakar.
"Biasa di SPBU sih, soalnya enggak antre banget juga kan," kata Sintya.
Masyarakat dapat memantau rincian harga BBM di seluruh provinsi di Indonesia secara berkala melalui aplikasi MyPertamina atau laman resmi penyedia BBM.