Haji Isam Borong Saham PACK dan Picu Akuisisi Tambang Nikel
Pengusaha asal Kalimantan Selatan, H. Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, resmi menjadi investor baru PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) dengan memborong 6,83 billion lembar saham atau setara 21,12% kepemilikan pada Rabu (13/5).
Aksi korporasi senilai Rp 936,65 miliar ini memicu lonjakan harga saham PACK di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasca-masuknya investor baru tersebut, emiten yang telah bertransformasi dari industri kemasan menjadi sektor pertambangan dan perdagangan nikel ini langsung mengumumkan rencana ekspansi besar.
Manajemen PACK dalam keterbukaan informasi di BEI mengumumkan rencana akuisisi terhadap dua perusahaan penambangan bijih nikel senilai US$ 75,91 juta. Perseroan akan mengambil alih 15,62% saham PT Karayatama Konawe Utara (KKU) dan 14,62% saham PT Konutara Sejati (KS) dari WPK.
Dana untuk membiayai akuisisi tersebut bersumber dari pinjaman pemegang saham atau perpetual loan dari pemegang saham pengendali, PT Eco Energi Perkasa (EEP), dengan total nilai US$ 93,14 juta. Karena nilai perpetual loan mencapai 48,06% dari ekuitas PACK, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi yang memerlukan penilaian independen.
Secara rinci, alokasi dana pinjaman akan digunakan sebesar US$ 33,49 juta untuk membeli saham PT Konutara Sejati, sedangkan US$ 42,42 juta sisanya digunakan untuk mencaplok saham PT Karayatama Konawe Utara. Pinjaman dari EEP tersebut memiliki tingkat bunga sebesar 8,00% per tahun.
Transaksi pembelian saham oleh Haji Isam sendiri difasilitasi melalui PT BCA Sekuritas dengan harga pelaksanaan Rp 137 per lembar saham. Akibat transaksi ini, porsi kepemilikan PT Eco Energi Perkasa di PACK menyusut dari sebelumnya 61,7% menjadi 40,58%.
"Sebhubungan dengan transaksi tersebut, perseroan meraih pinjaman dari EEP dengan jumlah pokok sebesar US$ 93,14 juta dengan bunga sebesar 8,00% per tahun," tulis manajemen PACK.
Selain mengamankan pinjaman untuk ekspansi tambang, manajemen PACK juga menegaskan tujuan dari masuknya investasi dari pengusaha nasional tersebut ke dalam struktur permodalan perusahaan.
"Transaksi dilakukan pada 13 Mei 2026 dengan tujuan untuk investasi," tulis pengumuman resmi PACK.
Berdasarkan data perubahan kepemilikan saham di atas 5% di BEI yang dilansir dari idnfinancials.com, aktivitas pasar modal pada hari yang sama juga diramaikan oleh sejumlah aksi beli dan divestasi investor besar lainnya. Ferry Sudjono menambah kepemilikan di PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menjadi 5,08%, sementara Low Tuck Kwong menaikkan kendalinya di PT Bayan Resources Tbk (BYAN) ke angka 40,23%.
Di sisi lain, PT Henan Putihrai Asset Management menyerap 1,5 juta saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) melakukan buyback 1,24 juta saham. Adapun PT Samuel Sekuritas Indonesia menambah kepemilikan di PT Sentul City Tbk (BKSL) menjadi 5,3%, namun mendivestasikan sahamnya di PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) dan PT MD Entertainment Tbk (FILM). Terakhir, PT Pesona Sukses Cemerlang melepas 50 juta saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).