Gubernur NTT Priortaskan Kebutuhan Pengungsi Gempa M 77 di Nagekeo
Penanganan kebutuhan pengungsi korban gempa magnitudo 7,7 di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, menjadi fokus perhatian utama pemerintah daerah di samping upaya pencarian dan evakuasi korban yang terdampak bencana.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena saat melakukan peninjauan langsung terhadap dampak gempa bumi di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, pada Sabtu (15/8/2026).
"Sekarang ini adalah bagaimana tim SAR itu mereka bisa membantu penanganan korban yang masih terjebak di bangunan. Kemudian memastikan bahwa makan minum dari seluruh korban yang hari ini mereka mengungsi karena memang rumahnya tidak bisa dipakai, itu harus bisa makan minum dengan baik," kata Melki Laka Lena, Gubernur Nusa Tenggara Timur.
Pemenuhan fasilitas dasar seperti pemukiman sementara berupa tenda dan selimut juga dipastikan siap disalurkan kepada warga. Melki meminta jajaran penanggulangan bencana setempat agar langsung memanfaatkan stok logistik daerah tanpa menunggu bantuan tambahan dari pusat.
Gubernur NTT turut mengimbau para pemilik toko di daerah terdampak untuk menyalurkan bantuan makanan kepada warga yang membutuhkan.
"Nanti hitung-hitungan akan kami atur berapa pengeluaran yang diberikan oleh para pemilik toko," tambah Melki Laka Lena.
Mengenai status tanggap darurat, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses penetapan status bencana tingkat provinsi. Sementara penetapan status bencana nasional masih dalam tahap koordinasi lanjutan bersama pemerintah pusat.
"Sekali lagi kami tentu akan membahas itu dengan pemerintah pusat. Karena penentuan bencana nasional itu ada di pemerintah pusat. Tapi sekali lagi data ini akan kami gambarkan apa adanya, nanti biarkan status itu biarkan pemerintah pusat yang memutuskan," tambah Melki Laka Lena.
Pemerintah provinsi terus mematangkan berkas administrasi agar penanganan darurat di seluruh area terdampak Pulau Flores berjalan legal dan terstruktur.
"Kalau usulkan pasti kami bisa usulkan. Tapi sekali lagi kewenangan kami untuk ini menjadi bencana provinsi sudah kami proses, jadi ini sekarang diproses untuk menjadi bencana provinsi," ujar Melki Laka Lena.
Jajaran kementerian terkait dari pemerintah pusat dijadwalkan turun langsung ke lokasi bencana untuk meninjau kondisi lapangan. Penanganan pemulihan infrastruktur jalan yang tertutup longsor telah mulai dikerjakan oleh Kementerian PUPR bersama Dinas PUPR Provinsi NTT dan kabupaten lokal.
Pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi juga dilakukan secara bertahap, dengan pasokan listrik di beberapa area terdampak yang sebelumnya terputus kini mulai kembali normal.