Golkar Apresiasi Rencana RAPBN 2027 Sebesar Rp 4.097 Triliun
Fraksi Partai Golkar DPR RI mengapresiasi penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M Sarmuji, menilai delapan prioritas pembangunan yang dirancang pemerintah mencerminkan peta arah bangsa yang jelas dan terukur untuk mendekatkan masyarakat pada cita-cita kemerdekaan.
"Pidato Presiden memberi arah yang jelas ke mana Indonesia akan menuju. Presiden meyakinkan kita bahwa setiap langkah pembangunan yang dirancang dalam RAPBN 2027 ini adalah langkah nyata yang mendekatkan bangsa kita pada cita-cita kemerdekaan," kata Sarmuji, Minggu (16/8/2026).
Sarmuji meng-highlight langkah efisiensi pemerintah dalam efisiensi pengadaan barang dan jasa, seperti penekanan harga Layar Pintar Interaktif (IFP) dari Rp 150 juta menjadi Rp 26 juta per unit tanpa mengurangi kualitas.
"Ini contoh nyata bagaimana efisiensi bisa dilakukan bukan dengan memotong manfaat untuk rakyat, tapi dengan membenahi cara kerja pemerintah. Presiden tidak hanya bicara soal apa yang ingin dicapai, tapi juga menunjukkan bagaimana caranya," ujarnya.
Selain itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar tersebut menyambut positif keberadaan Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda yang terbukti mengirim ratusan mahasiswa ke perguruan tinggi ternama dunia serta menghadirkan 93 sekolah rakyat permanen dan 182 sekolah rintisan.
"Hanya dengan pendidikan sebuah bangsa bisa mengalami lompatan. Sekolah Rakyat dan Beasiswa Garuda menunjukkan negara hadir memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap punya jalan meraih pendidikan terbaik, bahkan hingga ke perguruan tinggi dunia," jelasnya.
Dalam penguatan ekonomi nasional, Sarmuji menegaskan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis agar Indonesia dapat menentukan harga komoditasnya sendiri.
"Kita harus membangun bursa komoditas agar Indonesia bisa menentukan sendiri harga komoditas andalannya. Selama ini kita menjadi produsen besar dunia untuk berbagai komoditas strategis, tetapi harganya justru ditentukan di luar negeri," kata dia.
Menurutnya, pembentukan bursa komoditas ini menjadi kunci menciptakan nilai tambah ekonomi serta menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.
"Dengan bursa komoditas, kita bisa menciptakan nilai tambah, menjaga kestabilan harga, dan pada akhirnya berimplikasi langsung pada pendapatan negara dan kemakmuran rakyat," imbuhnya.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom, Presiden Prabowo Subianto memaparkan usulan Belanja Negara dalam RAPBN 2027 mencapai Rp 4.097,2 triliun, meningkat dibandingkan APBN 2026 sebesar Rp 3.842,7 triliun.
Anggaran besar tersebut dialokasikan untuk delapan Program Kerja Prioritas Nasional, mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga penurunan kemiskinan.
"Untuk menjalankan seluruh agenda tersebut, Belanja Negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp 4.097,2 triliun, naik dari Rp 3.842,7 triliun di APBN 2026," ujar Prabowo.