Global Telekomunikasi Prima Siap Kuasai Saham Mayoritas BMG
PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) bersiap mengambil alih 51 persen saham PT Bach Multi Global Tbk (BMG) melalui pelaksanaan hak opsi setelah pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada Senin (22/6/2026).
Perjanjian opsi tersebut ditandatangani oleh GTP bersama PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) pada 7 Januari 2026. Melalui kesepakatan ini, GTP berhak meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi mayoritas setelah BMG melantai di bursa.
Pemberitahuan tertulis pelaksanaan hak opsi telah disampaikan GTP pada 13 Maret 2026. BMSI diminta untuk menjual 1,04 miliar lembar saham miliknya kepada pihak GTP.
Transaksi pengalihan saham tersebut ditargetkan rampung paling lambat lima hari kerja setelah BMG resmi tercatat di bursa, seperti dilansir dari laporan Kompas.com.
Sebelum kesepakatan itu berjalan, BMG terlebih dahulu melangsungkan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas 615 juta saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Melalui langkah penawaran umum ini, pihak BMG membidik perolehan dana segar maksimal sebesar Rp307,5 miliar. Harga penawaran saham awal ditetapkan pada rentang Rp400 hingga Rp500 per lembar.
Manajemen BMG mengalokasikan dana hasil IPO sebesar Rp91,02 miliar untuk melunasi sebagian utang pinjaman jangka panjang kepada PT Bank Permata Tbk yang ditarik pada awal tahun ini.
Sisa dana IPO sebesar Rp213,48 miliar akan digunakan sebagai modal kerja operasional. Dana ini difokuskan untuk membiayai pembelian unit genset baru dari pemasok guna mendukung lini bisnis penjualan dan penyewaan.
Langkah ekspansi ini didorong oleh prospek positif pasar genset nasional yang diproyeksikan tumbuh mencapai 1,76 miliar dollar AS pada 2035 akibat meningkatnya kebutuhan pasokan listrik mandiri di berbagai kawasan industri.