Gerhana Matahari Total Bakal Lintasi Jalur Darat Eropa pada 12 Agustus 2026

Share

Fenomena astronomi Gerhana Matahari Total akan melintasi belahan Bumi utara pada Rabu, 12 Agustus 2026, meliputi Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, Spanyol, Portugal, hingga sebagian wilayah utara Rusia. Peristiwa ini menjadi gerhana total pertama yang dapat disaksikan langsung dari daratan Eropa sejak 2006 lalu.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengonfirmasi akan menyiarkan secara langsung seluruh jalannya fenomena ini mulai pukul 13.15 waktu setempat. Penyiaran tersebut mencakup pengamatan langsung dari berbagai lokasi di sepanjang jalur bayangan Bulan serta wawancara bersama para ahli antariksa.

Fase totalitas gerhana diperkirakan dimulai dari wilayah Islandia pada pukul 13.45 waktu setempat sebelum bergerak melintasi daratan Spanyol pada pukul 14.28. Pada fase ini, Bulan akan sepenuhnya menutupi piringan Matahari sehingga membuat suasana siang hari menjadi gelap seketika selama beberapa menit.

Selain menyajikan tayangan visual bagi masyarakat global, NASA memanfaatkan momen langka tersebut untuk menjalankan misi riset ilmiah. Lembaga tersebut mengerahkan pesawat riset WB-57 untuk mengamati dinamika korona Matahari dari ketinggian tinggi, serta menerbangkan balon ilmiah di bawah program Nationwide Eclipse Ballooning bersama mahasiswa di Islandia dan Spanyol.

Badan Antariksa Eropa (ESA) turut memberikan penekanan atas signifikansi peristiwa astronomi langka ini bagi masyarakat internasional.

"Gerhana Matahari Total adalah salah satu momen langka ketika jutaan orang dapat menengadah bersama dan merasakan keajaiban serta rasa ingin tahu," kata Carole Mundell, Direktur Sains Badan Antariksa Eropa (ESA).

Ia menambahkan bahwa peristiwa alam tersebut dapat menyatukan umat manusia dalam memahami alam semesta.

"Ini adalah momen bersama yang menghubungkan kita dengan alam semesta dan mengingatkan kita bahwa keinginan untuk menjelajah dan memahami adalah salah satu kekuatan terbesar umat manusia," ujar Carole Mundell.

Di tingkat lokal, Pemerintah Kota Madrid, Spanyol, mengoptimalkan fasilitas Planetario Madrid untuk menyambut rangkaian fenomena ini. Wali Kota Madrid José Luis Martínez-Almeida menyoroti pentingnya edukasi publik terkait gerhana tersebut.

"Kesempatan unik," kata José Luis Martínez-Almeida, Wali Kota Madrid.

Pemerintah Kota Madrid membagikan kacamata pelindung khusus di Planetario dan titik-titik publik mulai 17 Juli hingga 12 Agustus agar warga dapat mengamati gerhana dengan aman tanpa memicu kerusakan mata.

Sementara masyarakat di luar jalur totalitas tetap dapat mengamati Gerhana Matahari Sebagian di wilayah Amerika Serikat bagian utara, Kanada, Eropa, serta Afrika barat laut. NASA memproyeksikan gerhana matahari total berikutnya setelah Agustus 2026 akan melintasi Spanyol selatan, Afrika Utara, Arab Saudi, dan Yaman pada 2 Agustus 2027, disusul wilayah Dunedin di Selandia Baru pada 22 Juli 2028.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author