Genggam Tangan Suami Bantu Kurangi Rasa Nyeri Persalinan Ibu
Proses melahirkan sering kali memicu kecemasan sekaligus rasa nyeri akibat kontraksi. Namun, dukungan fisik sederhana dari pasangan ternyata membawa pengaruh signifikan bagi kondisi tubuh ibu. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menunjukkan bahwa menggenggam tangan suami dapat mengurangi persepsi rasa nyeri saat persalinan.
Fenomena ini berkaitan erat dengan terciptanya sinkronisasi fisiologis antarpasangan. Melansir Motherly, sinkronisasi fisiologis terjadi ketika respons tubuh pasangan mulai terhubung secara alami. Saat saling bersentuhan, pola pernapasan dan detak jantung ibu serta suami menjadi lebih selaras.
Hasil riset mencatat bahwa perempuan yang berpegangan tangan dengan pasangannya merasakan penurunan tingkat nyeri. Efek pereda sakit tersebut justru tidak ditemukan ketika suami hanya duduk mendampingi tanpa melakukan kontak fisik.
Penelitian lain yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) mengungkapkan sentuhan pasangan mengaktifkan sinkronisasi aktivitas otak. Semakin tinggi keterikatan saraf tersebut, semakin besar penurunan rasa sakit yang dirasakan ibu. Pavel Goldstein, peneliti yang memimpin studi tersebut, menjelaskan bahwa sentuhan kulit ke kulit memiliki efek analgesik. Kondisi serupa juga ditemukan pada terapi pendamping pasien nyeri kronis maupun prosedur medis pada bayi.
Sementara itu, pakar neurosains kognitif dari University College London, Katerina Fotopoulou, menilai persepsi nyeri sangat dipengaruhi oleh konteks sosial. Komunikasi nonverbal seperti sentuhan memegang peranan penting dalam meredakan rasa sakit.
Peran Penting Suami di Ruang Bersalin
Pendidik persalinan Barb Buckner Suárez menyampaikan bahwa tindakan kecil suami memberikan dampak emosional yang besar. Mengingatkan teknik pernapasan, menawarkan minum, serta memberikan kata-kata penyemangat membantu ibu menghadapi kontraksi dengan lebih tenang.
Kehadiran suami yang aktif juga membantu menjembatani komunikasi antara ibu dan tenaga kesehatan. Dukungan tersebut membuat ibu tidak merasa berjuang sendirian selama menjalani setiap tahapan persalinan.
Bentuk Support Sederhana yang Bisa Dilakukan Suami
Selain berpegangan tangan, dikutip dari HaiBunda, berikut beberapa bentuk bantuan yang dapat dilakukan suami saat mendampingi istri melahirkan:
- Memberikan kata-kata penyemangat secara berkala.
- Mengingatkan dan membimbing teknik pernapasan.
- Membantu ibu berganti posisi sesuai petunjuk medis.
- Menyediakan minuman saat diizinkan oleh tim medis.
- Tetap berada di samping ibu untuk memberikan rasa aman.
Meskipun pengalaman melahirkan setiap perempuan berbeda, kehadiran dan sentuhan fisik pasangan terbukti secara ilmiah membantu mengurangi rasa sakit serta memberikan kenyamanan emosional.