Gempa NTT M7,7 Tewaskan 53 Warga dan Rusak Ribuan Rumah

Share

Sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 137 lainnya mengalami luka-luka akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026). Tim gabungan masih mendata kerusakan fisik dan menyalurkan bantuan ke berbagai lokasi terdampak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sebaran korban tewas meliputi Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Ende 2 orang, serta Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing 1 orang.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengonfirmasi rincian korban meninggal dunia tersebut dalam perincian daerah terdampak di Nusa Tenggara Timur.

"Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian, Kabupaten Manggarai Barat, satu jiwa. Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai: 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, Ende 2 jiwa," ucap Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Minggu (16/8).

Dampak kerusakan fisik mencakup 1.543 unit rumah rusak berat, 328 unit rusak sedang, dan 532 unit rusak ringan. Fasilitas umum yang mengalami kerusakan antara lain 87 fasilitas pendidikan, 50 tempat ibadah, serta 76 kantor pemerintahan, sementara 5.488 warga mengungsi secara terpusat dan 171 warga mengungsi mandiri.

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono meminta seluruh unsur pemerintah dan petugas bencana bergerak cepat mengutamakan evakuasi para penyintas.

"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Saya meminta seluruh pihak terkait, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat, petugas kebencanaan, maupun seluruh elemen masyarakat, untuk terus berkoordinasi dan memastikan langkah-langkah penanganan serta evakuasi dilakukan secara cepat dan tepat demi keselamatan masyarakat," kata Ibas saat dihubungi, Senin (17/8/2026).

Ketua Fraksi Partai Demokrat tersebut juga memanjatkan doa bagi warga di kawasan terdampak agar memperoleh perlindungan dan ketabahan menghadapi cobaan.

"Dukacita yang mendalam saya sampaikan kepada seluruh masyarakat NTT yang terdampak bencana gempa bumi hari ini. Semoga masyarakat diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan dalam menghadapi cobaan ini," imbuh Ibas.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk terus mengantisipasi bahaya gempa susulan dengan memantau petunjuk dari otoritas setempat.

"Bila terdapat tanda-tanda atau peringatan potensi bencana susulan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan petugas dan mencari tempat yang aman," tutur dia.

Ia menuturkan pentingnya kerja sama seluruh elemen agar pemulihan pascabencana berjalan lancar.

"Semoga NTT diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini. Mari kita bersama-sama mendoakan keselamatan seluruh masyarakat dan berharap kondisi segera kembali aman dan pulih," tutur Ibas.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau masyarakat luas untuk mengulurkan bantuan filantropi dan meningkatkan empati keagamaan bagi para penyintas bencana di Indonesia.

“Mari kita ulurkan tangan untuk peduli dan membantu korban gempa. Inilah agama yang hadir, yang tidak hanya bicara tentang langit, tetapi juga bekerja untuk bumi,” pesan Menag di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Ia menyampaikan permohonan doa bagi seluruh korban meninggal dunia serta masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri.

“Saat saudara-saudara kita berduka karena gempa bumi, mari tengadahkan tangan kita untuk berdoa kepada Zat Yang Maha Berkehendak, kiranya mereka yang wafat diberikan kemuliaan di sisi-Nya. Bagi mereka yang sakit segera diberikan kesembuhan. Dan bagi meereka yang terdampak diberikan ketabahan dan percepatan pemulihan, baik lahir maupun batin,” sambungnya.

Pemerintah pusat melalui Pos Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan posko taktis di Maumere telah mendistribusikan 4.925 paket logistik ke tujuh kabupaten terdampak via jalur darat dan udara.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bencana alam bnpb gempa bumi NTT
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author