Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia Sebabkan 132 Orang Tewas
Guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 melanda wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi pukul 07.34 waktu setempat, memicu jatuhnya setidaknya 132 korban jiwa dan melukai 570 orang lainnya.
Survei Geologi Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada di kedalaman 107 kilometer dengan episentrum sekitar 5 kilometer sebelah timur kota San Jose del Palmar, diikuti gempa susulan Magnitudo 5 pada pukul 08.18 waktu setempat.
Asosiasi Kota-kota Kolombia rincian wilayah berdampak meliputi Risaralda dengan 40 korban tewas, Valle del Cauca 27 korban, area Pereira 18 korban, Chocho 4 korban, Manizales 2 korban, dan Quibdo 1 korban, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pemerintah Kolombia telah menetapkan status darurat nasional guna mengoptimalkan penyaluran bantuan serta pengerahan sumber daya ke berbagai kawasan terdampak.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan keterangan resmi dari ibu kota Bogota mengenai dampak kerusakan akibat gempa dahsyat tersebut.
"Setidaknya 111 orang tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada hari ini," kata De la Espriella.
Pemerintah setempat terus mendata infrastruktur yang hancur di seluruh wilayah terdampak gempa.
"Gempa tersebut juga menyebabkan setidaknya 87 orang terluka, 61 bangunan runtuh, dan 1.575 rumah rusak," ujarnya.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia turut memberikan konfirmasi mengenai keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di lokasi bencana.
Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah memastikan seluruh WNI berada dalam kondisi aman berdasarkan pemantauan pihak berwenang.
"KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI yang berada di sejumlah wilayah terdampak. Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman," kata Heni Hamidah.
Guncangan terasa hingga kota-kota besar seperti Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague. KBRI Bogota kini menyiagakan hotline +57 301 9061706 untuk penanganan darurat WNI.