Gempa Magnitudo 7,7 di NTT Timbulkan 47 Korban Jiwa

Share

Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang menguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan sedikitnya 47 orang meninggal dunia dan memicu 341 kali gempa susulan. Dampak guncangan hebat ini dilansir dari Detikcom mendera sejumlah kabupaten di NTT.

Sejumlah wilayah mencatatkan angka kematian, dengan korban terbanyak berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 23 jiwa dan Manggarai Timur 17 jiwa. Korban jiwa lainnya tercatat di Sikka empat jiwa, serta Manggarai Barat, Ende, dan Nagekeo masing-masing satu jiwa, disamping 101 warga mengalami luka-luka.

Kerusakan fisik mencakup 914 unit rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan. Bencana ini merusak puluhan fasilitas umum, meliputi 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah, serta memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi.

Keterangan resmi mengenai dampak serta pemutakhiran data penanganan bencana disampaikan oleh pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Guncangan gempa yang telah diikuti oleh 341 kali aktivitas gempa susulan ini memicu dampak kehancuran yang signifikan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Konsentrasi pengungsian terbesar saat ini terdata di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8) pukul 00:00 WIB.

"Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian," kata dia.

Sebagian penyintas lain juga tersebar di beberapa wilayah kabupaten sekitar hingga menyeberang ke provinsi tetangga.

"Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai total 2.078 jiwa. Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar," imbuhnya.

Berton menekankan pentingnya pemenuhan pasokan logistik dasar bagi warga yang bertahan di lokasi penampungan sementara.

"Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian," kata dia.

Kebutuhan mendesak mencakup tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, selimut, velbed, tikar, pasokan air bersih, dan genset. Saat ini tim gabungan bersama BPBD masih terus bersiaga menyisir lokasi untuk verifikasi data lanjutan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author