Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto Jepang dan Picu Tsunami

Share

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di barat daya Jepang pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 16.35 waktu setempat hingga memicu peringatan tsunami setinggi satu meter. Menurut survei geologi Amerika Serikat dan Badan Meteorologi Jepang (JMA), pusat gempa terletak di kedalaman 10 kilometer dekat Kota Uki.

Sekitar 45 menit setelah guncangan pertama, getaran susulan kuat bermakna 6,1 kembali melanda wilayah Pulau Kyushu tersebut. Berdasarkan laporan stasiun televisi NHK, bencana ini memicu sejumlah kebakaran besar di Kota Uki serta menyebabkan runtuhnya beberapa bangunan di dekat pusat gempa.

Menyusul insiden tersebut, Pusat Peringatan Tsunami Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat di Honolulu mengeluarkan pemberitahuan siaga untuk garis pantai yang berada di dekat episentrum bencana.

"Gelombang tsunami yang berbahaya mungkin terjadi di pesisir yang terletak dalam radius 300 kilometer dari pusat gempa," tulis Pusat Peringatan Tsunami Layanan Cuaca Nasional.

Meski demikian, lembaga tersebut memastikan tidak ada ancaman gelombang tsunami untuk wilayah Hawaii, pulau-pulau di Pasifik, maupun Pantai Barat Amerika Serikat.

Pemerintah Jepang segera merespons situasi darurat ini dengan memanggil Tim Sidang Darurat ke Ruang Penanggulangan Bencana. Perdana Menteri Sanae Takaichi mendesak jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk memprioritaskan evakuasi penduduk setempat.

"tetap waspada terhadap kemungkinan gempa bumi lain dengan kekuatan serupa," kata Takaichi melalui akun resmi di X.

Hingga saat ini, Kyushu Electric melaporkan pemadaman listrik masal melanda sekitar 48.300 rumah tangga di Prefektur Kumamoto. Sementara itu, operator JR Kyushu Railway Company telah menghentikan seluruh operasional kereta di Pulau Kyushu, termasuk layanan kereta cepat Shinkansen.

Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak ada kelainan yang terdeteksi pada fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di Ikata, Genkai, dan Sendai.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: gempa jepang kumamoto tsunami
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author