Garuda Indonesia dan InJourney Kolaborasi Sediakan 170 Ribu Tiket Gratis
Garuda Indonesia bersama InJourney meluncurkan kolaborasi bertajuk 'Discover More Indonesia' untuk mendorong wisatawan mancanegara (wisman) tidak hanya berkunjung ke Bali dan Jakarta, tetapi juga menjelajahi berbagai destinasi di daerah lain.
Seperti dilansir dari Detik Travel, stimulus tersebut diwujudkan dengan menyediakan 170.845 kursi penerbangan domestik gratis bagi wisman yang membeli tiket perjalanan pulang-pergi menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
SVP Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, menjelaskan bahwa durasi tinggal, sebaran destinasi, serta nilai belanja wisman menjadi indikator utama keberhasilan sektor pariwisata saat ini.
"Bagi InJourney itu tolak ukur yang penting atau keberhasilan pariwisata itu tidak hanya dilihat dari berapa banyak wisatawan yang datang ke Indonesia. Tetapi kita melihatnya adalah yang lebih penting lagi adalah berapa lama sih mereka tinggal di Indonesia," kata Yudhistira dalam agenda konferensi pers di Kantor InJourney, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Yudhistira menambahkan, data triwulan kedua 2026 mencatat rata-rata pengeluaran wisman mencapai USD 1.285 dengan durasi menginap sekitar 10 malam.
"Jadi artinya wisatawan itu memiliki economic value yang semakin besar ketika kita mampu mendorong mereka untuk tinggal lebih lama dan mengunjungi lebih banyak destinasi. Inilah kolaborasi yang akan terjadi antara Garuda dengan InJourney," kata dia.
Dari pihak maskapai, Group Head Marketing Garuda Indonesia, Rina Eka Putri, menegaskan bahwa ketersediaan penerbangan gratis ini dirancang untuk memicu wisman agar melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Indonesia.
"Stimulus ini harapannya adalah bukan hanya meningkatkan jumlah penumpang Garuda Indonesia dari internasional. Tapi juga nantinya akan menambah economic scale yang ada di domestik kita," kata dia.
Rina menilai langkah ini akan membawa dampak multiplier bagi ekonomi lokal di daerah tujuan.
"Kemudian nanti juga akan menjadi tadi, salah satu yang men-trigger peningkatan jumlah atau lama kita menginap di hotel, UMKM, kemudian lebih banyak yang berbelanja di sana, dan seterusnya," Rina menambahkan.
Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Mancanegara I Kementerian Pariwisata, Dedi Ahmad Kurnia, mengungkapkan bahwa aksesibilitas penerbangan memegang peranan krusial karena sekitar 70% wisman tiba di Indonesia melalui jalur udara.
"Jadi memang yang pertama, wisatawan ke Indonesia itu 70 persen memang dari total kunjungan itu menggunakan air connectivity. Dan Bali menjadi tujuan utama terbesar 40 persen, Jakarta itu di sekitar 12 persen," kata Dedi.
Dedi berharap program kolaborasi ini efektif mendorong wisman untuk melakukan perjalanan lanjutan dari pintu masuk utama menuju destinasi lain.
"Dengan adanya program ini akan menambah length of stay dari wisatawan, sehingga tentu saja dengan semakin lama tinggal di destinasi, semakin banyak destinasi dikunjungi, ini akan memberikan dampak yang sangat positif. Tidak hanya buat, let's say, dengan ekonomi di daerah-daerah destinasi lainnya selain destinasi utama tadi," ujar dia.