GAPKI Dorong Transformasi Teknologi Hadapi Tantangan Industri Sawit

Share

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendorong percepatan inovasi dan transformasi teknologi sebagai kebutuhan strategis guna mengatasi berbagai tantangan berat pada industri sawit nasional, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Sektor hulu perkebunan saat ini menghadapi kendala mulai dari keterbatasan tenaga kerja, tekanan efisiensi, tuntutan keberlanjutan dan ketertelusuran, perubahan iklim, hingga keperluan regenerasi sumber daya manusia. Sebagai langkah konkret, GAPKI membentuk berbagai konsorsium lintas perusahaan untuk membangun ekosistem pembelajaran bersama, seperti kegiatan Konsorsium Mekanisasi, Digitalisasi & Otomasi (MDO) di kebun PT Binasawit Abadipratama, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Ketua Bidang Riset & Pengembangan GAPKI, Dwi Asmono menjelaskan bahwa persaingan yang ketat di industri minyak mengharuskan pelaku usaha untuk terus melakukan pembaruan demi mempertahankan kelangsungan bisnis.

"Kalau kita bicara teknologi, research innovation ada idiom yang mengatakan innovate or die, inovasi atau mati. Persaingan di industri minyak ini luar biasa," ujar Dwi Asmono, Ketua Bidang Riset & Pengembangan GAPKI.

Guna mempercepat adopsi teknologi baru tersebut, GAPKI memfasilitasi wadah kolaborasi antaranggota agar proses belajar dan uji coba dapat dilakukan secara kolektif.

"Industri membutuhkan shared learning, benchmarking, pilot project bersama, dan keberanian mencoba teknologi baru. GAPKI hadir sebagai platform kolaborasi industri," kata Dwi Asmono, Ketua Bidang Riset & Pengembangan GAPKI.

Melalui penguatan kolaborasi ini, transformasi menuju sistem mekanisasi, digitalisasi, dan otomasi diharapkan dapat segera terealisasi melalui kegiatan benchmarking yang bergulir di seluruh kebun anggota.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author