Gangguan Tidur Mengintai Anak Muda Jadi Pemicu Stroke Tersembunyi

Share

Penyakit stroke kini semakin sering mengintai kelompok usia muda dalam waktu singkat, tidak lagi identik sebagai penyakit yang hanya menyerang lansia. Sel-sel otak akan mulai mati dalam hitungan menit saat kekurangan pasokan oksigen, seperti dikutip dari Detik Health.

Kondisi tersebut mempertaruhkan kemampuan mobilitas, berbicara, hingga kemandirian seseorang sepanjang hidupnya. Pengenalan dan tindakan yang cepat sangat krusial untuk mencegah kecacatan permanen atau kematian akibat serangan ini.

"Sebab itu, pengenalan dan tindakan yang cepat dapat membuat perbedaan besar dalam mencegah kecacatan atau kematian akibat stroke," ungkap dokter spesialis bedah saraf di New Era Hospital, India, Dr Sunil Kutty, dikutip dari The Times of India.

Banyak generasi muda tidak menyadari bahwa mereka berada dalam risiko tinggi terkena serangan yang terjadi secara diam-diam ini. Salah satu faktor risiko tersembunyi yang kerap diabaikan adalah gangguan tidur atau sleep apnea.

Para ahli bedah saraf menekankan bahwa Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau henti napas saat tidur menjadi pemicu utama. OSA merupakan kondisi ketika pernapasan seseorang sempat terhenti beberapa kali secara tidak sadar saat sedang terlelap.

Jika kondisi ini dibiarkan tanpa penanganan medis tepat, risikonya sangat fatal bagi pasien yang berpotensi mengalami stroke. Ada kemungkinan kekambuhan sebesar 50 persen dalam waktu dua tahun jika OSA tetap tidak diobati pada pasien stroke.

Gejala seperti mendengkur keras, kantuk berlebihan di siang hari, hingga napas terhenti saat tidur merupakan alarm risiko besar. Masalah ini menjadi ancaman tersembunyi, bukan hanya untuk penyakit jantung tetapi juga serangan stroke.

Metode BE FAST untuk Deteksi Dini

Spesialis bedah saraf dan dokter saraf mengingatkan pentingnya memahami tanda peringatan sejak dini melalui metode BE FAST. Setiap huruf dalam metode ini merujuk pada gejala spesifik yang wajib diwaspadai dengan cepat.

Huruf B (Balance) merujuk pada kehilangan keseimbangan atau koordinasi tubuh secara tiba-tiba. Huruf E (Eyes) menandakan pandangan kabur, penglihatan ganda, atau mendadak kesulitan melihat secara jelas.

Selanjutnya, huruf F (Face) memperlihatkan salah satu sisi wajah tampak terkulai atau merosot. Huruf A (Arms) menunjukkan kelemahan atau rasa mati rasa yang terjadi pada salah satu lengan.

Sementara itu, huruf S (Speech) berarti bicara menjadi cadel, tidak jelas, atau mengalami kesulitan berbicara. Terakhir, huruf T (Time) menegaskan bahwa jika gejala tersebut muncul, tindakan ke rumah sakit harus segera dilakukan tanpa menunda waktu.

"Stroke adalah keadaan darurat medis," beber Dr Kutty.

Kecepatan mengenali gejala dan mengobati risiko tersembunyi menjadi kunci utama keselamatan pasien. Kelelahan ekstrem di siang hari atau mendengkur hebat jangan diabaikan karena bisa menyabotase otak dalam sekejap mata.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author