Memahami Fungsi dan Waktu Pelepasan Kateter Urine Operasi Caesar

Share

Penggunaan kateter urine menjadi prosedur umum saat menjalani operasi caesar untuk mengosongkan kandung kemih. Seperti dilansir dari HaiBunda, alat ini membantu mencegah risiko cedera area panggul selama pembedahan berlangsung. Pasien operasi caesar biasanya menerima pembiusan regional seperti spinal atau epidural.

Anestesi tersebut menyebabkan area tubuh bagian bawah mengalami mati rasa sementara waktu. Kondisi mati rasa membuat pasien tidak dapat merasakan keinginan untuk buang air kecil. Kateter bertugas mengalirkan urine menuju kantong penampungan secara terus-menerus.

Pedoman American College of Obstetricians and Gynecologists menekankan pentingnya mengosongkan kandung kemih. Langkah ini menjaga area rahim dan panggul tetap aman selama pembedahan.

Pemasangan kateter urine tidak bersifat permanen setelah prosedur pembedahan selesai. Alat medis ini akan segera dilepas begitu kondisi pasien stabil dan mulai bergerak. Panduan National Institute for Health and Care Excellence menganjurkan pelepasan kateter saat pasien beraktivitas fisik. Pelepasan tidak boleh dilakukan kurang dari 12 jam setelah dosis epidural terakhir.

Sementara itu, Layanan Kesehatan Nasional Inggris menyebut kateter umumnya dilepas sekitar 12 hingga 18 jam pascaoperasi. Waktu ini bergantung pada kemampuan berjalan ibu melahirkan. Penggunaan kateter yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih. Keberadaan selang tersebut juga membatasi ruang gerak pasien saat masa pemulihan.

Penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery sangat menyarankan pelepasan kateter secara dini. Intervensi ini terbukti mempercepat proses pemulihan fisik ibu pascaoperasi caesar. American College of Obstetricians and Gynecologists menyatakan pelepasan kateter dalam 24 jam mampu memperpendek masa rawat inap. Kebijakan ini sekaligus menurunkan risiko infeksi serius.

Proses Adaptasi dan Gejala yang Wajib Diwaspadai

Pelepasan kateter urine tidak otomatis membuat pasien lancar buang air kecil. Efek pembiusan, nyeri luka, serta pembengkakan panggul dapat memicu kesulitan berkemih sementara.

Tenaga kesehatan akan melakukan pemantauan ketat terhadap kemampuan berkemih pasien. Ibu disarankan untuk tidak memaksakan diri jika merasa kesulitan mengeluarkan urine. Proses pemasangan kateter umumnya tidak menimbulkan rasa sakit karena pengaruh anestesi regional.

Rasa tidak nyaman biasanya baru muncul ketika efek bius perlahan memudar. Prosedur pelepasan kateter berlangsung sangat cepat dan relatif minim rasa sakit. Ibu dapat menyampaikan keluhan kepada perawat jika merasa perih berlebihan.

Dokter dapat memutuskan perpanjangan penggunaan kateter untuk kondisi medis tertentu. Pasien yang belum mampu bergerak aman atau mengalami keterbatasan fisik memerlukan pemantauan ekstra.

Ibu hamil dan melahirkan perlu mengenali tanda gangguan saluran kemih pascaoperasi. Segera hubungi tim medis jika mengalami demam, urine berdarah, atau nyeri hebat saat berkemih.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author