Frisian Flag Gelar Talkshow Edukasi Kebaikan Susu untuk Investasi Kesehatan
PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menyelenggarakan talkshow inspiratif bertajuk 'Kebaikan Susu untuk Temani Langkahmu, Kini dan Nanti'. Acara ini digelar dalam rangka memperingati World Milk Day (Hari Susu Sedunia) dan Hari Susu Nusantara yang jatuh pada 1 Juni.
Dilansir dari Detik Health, kegiatan edukatif tersebut bertempat di Atrium Bintaro Xchange Mall (BXC) 2, Tangerang Selatan (Tangsel). Melalui agenda ini, FFI mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola makan bergizi seimbang.
Susu dipromosikan sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat harian masyarakat. Marketing Director FFI Intan Ayu Kartika menjelaskan bahwa susu merupakan bentuk investasi kesehatan jangka panjang karena kaya akan nutrisi esensial bagi tubuh.
"Bertepatan dengan World Milk Day and Hari Susu Nusantara, kami ingin mengajak masyarakat Indonesia memahami pentingnya pola gizi seimbang, termasuk susu dan berbagai manfaatnya. Susu mengandung nutrisi makro dan mikro seperti protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang berperan mendukung perkembangan otak, menjaga daya tahan tubuh, serta membantu tubuh tetap kuat dan aktif di setiap tahapan kehidupan," ujar Intan, dalam acara 'Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti', Minggu (31/5/2026).
Intan memaparkan bahwa Frisian Flag telah mendampingi keluarga Indonesia selama lebih dari satu abad. Pihaknya terus berinovasi menghasilkan produk yang relevan untuk anak-anak, remaja, hingga kelompok usia dewasa.
Dalam operasionalnya, FFI bermitra dengan lebih dari 30 ribu peternak sapi perah lokal. Para mitra ini menyuplai ratusan ton susu segar setiap hari ke fasilitas pabrik FFI yang berlokasi di Cikarang.
Terkait pelaksanaan acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut, Intan mengapresiasi tingginya antusiasme publik. Hal ini terlihat dari padatnya kunjungan masyarakat ke area kegiatan.
"Acara ini kami hadirkan untuk keluarga. Anak-anak, remaja, maupun orang tua bisa terlibat dan menikmati berbagai aktivitas yang kami siapkan," kata Intan.
Melalui inisiatif ini, FFI berharap kesadaran publik terhadap faedah susu semakin meningkat. Konsumsi susu idealnya diimbangi dengan pemenuhan gizi seimbang serta aktivitas fisik yang teratur.
"Harapannya, kita ingin masyarakat Indonesia semakin sadar, semakin mengerti, bahwa banyak kebaikan dari susu. Makanya, susu sebagai bagian dari gaya hidup sehat," ujar Intan.
"Untuk pemenuhan gizi dan nutrisi yang juga dibarengi dengan hidup aktif. Kita juga ingin menunjukkan bahwa Frisian Flag selalu berkomitmen untuk membantu pemerintah mewujudkan generasi yang lebih sehat dan lebih aktif. Tidak hanya kini, tetapi juga nanti," sambungnya.
Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu Fakultas Peternakan Institut Peternakan Bogor (IPB) Prof Dr Ir Epi Taufik memaparkan aspek krusial produksi. Kualitas susu tidak semata-mata ditentukan di pabrik, melainkan sejak di peternakan.
Prof Epi menyebutkan faktor penentu susu bermutu tinggi meliputi kesehatan sapi, kualitas pakan, kebersihan kandang, hingga pemenuhan regulasi higiene sanitasi.
"Kualitas susu ditentukan sejak awal. Jika peternak memperhatikan kesehatan ternak, kebersihan lingkungan, serta proses pemerahan yang higienis, maka susu yang dihasilkan akan memiliki kualitas yang baik, aman, dan memenuhi standar industri," jelas Prof Epi.
Konsep pengawasan mutu yang konsisten ini dikenal dengan istilah 'from the grass to the glass'. Alur ini memastikan kualitas susu terjaga sejak dari pakan ternak hingga dikonsumsi masyarakat.
Lebih lanjut, Prof Epi memberikan apresiasi terhadap langkah FFI dalam memberdayakan peternak lokal. Program pendampingan dan pelatihan tersebut dijalankan secara konsisten dengan melibatkan kalangan akademisi.
"Nah itulah kenapa FFI kemudian juga, karena ini berarti kan symbiosis mutualisme ya, FFI juga membutuhkan susu yang berkualitas tinggi, peternak membutuhkan pasar yang membeli, maka saya tahu persis," jelas Prof Epi.
"Dan saya kira itu juga poin bagus ya, bahwa FFI melibatkan akademisi, melibatkan kualitas dalam membina teman-teman kita ini. Supaya produknya, susunya, itu yang dihasilkan berkualitas tinggi dan aman," imbuhnya.
Pemberdayaan Perempuan Sektor Peternakan
Sesi diskusi ini turut menghadirkan Rumini, seorang peternak sapi perah lokal perempuan. Ia membagikan kisahnya dalam mengelola peternakan sekaligus menjalankan tanggung jawab domestik sebagai seorang ibu.
"Sebagai perempuan, ibu, dan peternak, menjalankan berbagai peran dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak mudah. Namun kami terus belajar dan bergerak maju selangkah demi selangkah," kata Rumini.
Sebagai representasi peternak lokal, Rumini menyatakan kebanggaannya dapat ikut serta menyediakan asupan nutrisi berkualitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga di Indonesia.
"Dan juga saya bangga, kami bangga, bagi kami peternakan bukan hanya pekerjaan ya, tapi bentuk kontribusi, untuk menghadirkan kebaikan dan nutrisi untuk seluruh keluarga di Indonesia," jelas Rumini.
Melalui program Young Farmers Progressive Academy (YFPA) yang diinisiasi FFI, Rumini bersama 11 peternak lainnya mendapatkan kesempatan studi banding di Belanda selama dua pekan.
Pengalaman berharga tersebut memperluas wawasan para peternak mengenai tata kelola peternakan modern. Materi studi mencakup manajemen kandang dan sistem pengelolaan ternak yang lebih efisien.
"Kami belajar banyak dari sistem peternakan di Belanda. Beberapa praktik yang kami pelajari dapat diterapkan di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pengelolaan peternakan dan produksi susu," ungkap Rumini.
Rumini menyampaikan rasa terima kasih kepada FFI yang mendampingi para peternak daerah secara berkelanjutan.
"Saya terima kasih banyak atas bimbingannya dari Frisian Flag, sehingga para peternak itu terus belajar dan berkembang. Melalui edukasi, pendampingan, kita dapat merasakan ya," jelas Rumini.
"Sehingga menghasilkan kualitas susu yang nomor satu mungkin ya, dan juga hubungannya itu terus membangun usaha peternakan sapi kini dan nanti," sambungnya.
Rangkaian Aktivitas dan Edukasi
Talkshow interaktif ini diselenggarakan sepanjang 29-31 Mei 2026 di Atrium Bintaro Xchange Mall 2. Agenda hari terakhir turut dimeriahkan oleh kehadiran pembuat konten Shabira Alula.
Hari penutupan diisi dengan pementasan seni, seperti Tari Bajul Ijo dan Tari Janger Bali yang dibawakan oleh anak-anak. Para ibu yang hadir juga berpartisipasi dalam kompetisi tari.
Panggung hiburan semakin semarak dengan penampilan musik dari Quinn Salman. Acara kemudian ditutup dengan penampilan modern dance, paduan suara, serta pertunjukan musik dari Mydoremi Musical Studio.
Setelah merampungkan agenda di Tangerang Selatan, rangkaian acara edukasi ini dijadwalkan menyambangi Tunjungan Plaza, Surabaya, pada 19-21 Juni 2026.