PT Freeport Indonesia Kembangkan Tambang Kucing Liar Rp 72 Triliun

Share

PT Freeport Indonesia (PTFI) menggarap proyek tambang bawah tanah Kucing Liar di Papua Tengah sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas produksi perusahaan. Proyek modal raksasa ini mencatatkan realisasi investasi awal sebesar Rp 24 triliun dari keseluruhan komitmen dana yang disiapkan, seperti dilansir dari Detik Finance.

Pengembangan area tambang baru tersebut dialokasikan hingga mencapai batas total investasi senilai Rp 72 triliun. Manajemen menargetkan tambang ini dapat mulai beroperasi secara produktif pada 2029 mendatang guna menopang penurunan volume dari area tambang bawah tanah lainnya.

"Tapi fokus kita bukan hanya tahun ini, tapi adalah long termnya, apalagi kalau kita diperpanjang, sudah resmi diperpanjang melebihi tahun 2041. Ini kita lagi mengembangkan tambang Kucing Liar sekarang. Sudah Rp 24 triliun yang kita tanamkan, dari total Rp 72 triliun," kata Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI di area Sport Hall Tembagapura, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).

Kapasitas pengerukan bijih tembaga dari lokasi Kucing Liar diproyeksikan mampu menyentuh angka 130 ribu ton per hari. Sepanjang masa operasionalnya, kawasan tambang ini diperkirakan menyimpan potensi cadangan sebesar 7 miliar pound tembaga serta 6 juta ounces emas.

"Kita rencananya Kucing Liar itu bisa 130 ribu ton bijih per hari, bijih tembaga. Kalau total cadangannya itu bisa sekitar 7 miliar pound totalnya dan 6 juta ounces emas. 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas. Itu untuk seluruh periode operasinya Kucing Liar," jelas Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI.

Kehadiran tambang Kucing Liar diharapkan mampu memelihara total laju produksi kumulatif perusahaan konsisten pada kisaran 240 ribu ton bijih per hari. Pihak manajemen juga membuka peluang eksplorasi lanjutan pada lapisan yang lebih dalam jika izin operasi resmi diperpanjang melewati 2041.

"Jadi kita bisa continue stabil produksinya di level 240 ribu ton bijih per hari. Dan tadi kalau seandainya kita diperpanjang tentu kita akan eksplorasi lagi lebih detail bawahnya lagi. Dan berusaha menemukan dan kami yakin, kami confident bahwa di bawahnya masih ada lagi cadangan yang bisa kita tambang," terang Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author