Flu Burung Menyebar ke Wilayah Australia Selatan

Share

Penyebaran virus flu burung varian H5 telah menginfeksi wilayah negara bagian kedua di Australia setelah sebelumnya ditemukan di bagian barat benua tersebut. Penemuan kasus baru ini menandakan tantangan besar dalam mengendalikan penularan penyakit hewan mematikan tersebut, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Rabu, 24 Juni 2026.

Pemerintah Australia Selatan mengonfirmasi bahwa penularan komunal ini baru pertama kali diidentifikasi di wilayah mereka. Berdasarkan laporan otoritas setempat, seluruh kasus yang ditemukan sejauh ini hanya menjangkiti burung laut migran.

Perdana Menteri Australia Selatan Peter Malinauskas menjelaskan kepastian temuan tersebut dalam sebuah konferensi pers resmi yang digelar pada hari Rabu.

"insiden terisolasi," kata pemerintah negara bagian tersebut terkait status kasus yang ditemukan di Australia Selatan saat ini.

Otoritas menekankan belum ada kasus penularan yang terdeteksi pada fasilitas peternakan unggas komersial di wilayah Australia. Kendati demikian, dampak ekonomi langsung terasa setelah saham produsen unggas Inghams Group Ltd. sempat anjlok hingga 14 persen pada hari Senin menyusul kebijakan penguncian operasional di Australia Barat guna membendung penyebaran virus H5N1.

Wabah virus ini sebelumnya telah melanda berbagai belahan dunia dalam beberapa tahun terakhir hingga memicu lonjakan harga daging ayam akibat kematian jutaan unggas ternak di Amerika Serikat dan Uni Eropa. Selain unggas, infeksi serupa juga telah dilaporkan menyerang mamalia seperti sapi perah di Amerika Serikat, berang-berang, anjing laut, hingga kawanan burung di Antarktika.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author