Film Magnificat Diadaptasi dari Novel Fiksi Anne Isabelle Lacassagne

Share

Film sinema berjudul Magnificat karya sutradara Virginie Sauveur dijadwalkan tayang untuk pertama kalinya di televisi Prancis melalui saluran France 2 pada Minggu, 26 Juli 2026. Alur cerita film tahun 2023 ini merupakan adaptasi dari novel rekaan karangan Anne-Isabelle Lacassagne yang menyoroti peran perempuan dalam Gereja.

Kisah film ini bermula saat Charlotte Rivière, Kanselir Keuskupan yang diperankan oleh Karine Viard, menemukan fakta bahwa mendiang Pastor Pascal sebenarnya adalah seorang wanita. Karakter utama tersebut kemudian melakukan penyelidikan terlepas dari penolakan Mgr Mevel yang diperankan oleh François Berléand.

Penyelidikan dilakukan dengan mewawancarai orang-orang terdekat guna memahami alasan serta strategi penyamaran sang pastor. Meskipun mengangkat isu sensitif, jalan cerita penyamaran tersebut murni hasil imajinasi penulis novel dan tidak diangkat dari kejadian nyata.

"Tapi bagaimanapun juga, selama berabad-abad wanita telah menyamar sebagai pria untuk menjadi dokter, pengacara, profesor. Jadi kemungkinan besar kasus seperti itu pernah terjadi di dunia nyata. (…) Anne-Isabelle Lacassagne secara khusus memiliki seorang teman uskup yang sangat mendukung kami," kata Virginie Sauveur, Sutradara Film Magnificat.

Dukungan dari pihak keuskupan memberikan kepercayaan diri bagi tim produksi dalam menggarap film yang sensitif ini. Sutradara menegaskan bahwa proses adaptasi tetap menjaga kehormatan lembaga keagamaan tersebut.

"Itu sangat berharga untuk memberi saya legitimasi dalam membuat film ini. Tujuan dari Magnificat bukan untuk menyerang Gereja. Jika saya bisa menjadi pendorong untuk membuka debat tentang penahbisan wanita sebagai imam, saya akan sangat bangga. Namun film ini juga harus sehormat mungkin terhadap realitas Gereja," kata Virginie Sauveur, Sutradara Film Magnificat.

Penulis novel asal Prancis tersebut mengapresiasi hasil akhir adaptasi layar lebar yang dinilai berhasil menyampaikan pesan mendalam bagi kaum perempuan.

"Virginie Sauveur membawa kita menyelam ke dalam air ini, air dari permulaan. Film ini adalah panggilan untuk bermimpi lebih tinggi, lebih besar, untuk mendengarkan suara kecil yang membisikkan kepada kita bahwa segalanya mungkin. (…) Dia telah memberikan keadilan bagi kita, para wanita, yang dilupakan, yang terabaikan, mereka yang pendapatnya hanya ditanyakan untuk kemudian diabaikan," kata Anne-Isabelle Lacassagne, Penulis Novel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author